Tuesday, 2 June 2015

CINTAKU NGDANCE-NGDANCE (funfiction Dance Icon Indonesia)



CINTAKU NGDANCE-NGDANCE
Kompetisi dance terbesar tahun ini kembali diselenggarakan oleh Art Academy yang merupakan universitas seni terbesar di Indonesia. Tahun ini audisi diadakan dibeberapa kota besar di Indonesia.
setelah melakukan audisi yang super ketat akhirnya didapatkan 13 besar dance crew. Ke 13 dance itu adalah Bendicion, J.A.J, Stop Dance Crew,  INC, Campernik, DBM, WAP, Ultramen Crew, My Stylez Kids, W.A.M, Quality Dance,  Fstar Dance dan UPC. Semua dance crew itu berasal dari berbagai kota.
Dance crew yang paling diunggulkan adalah Bendicion yang merupakan dance crew yang telah merebut piala Dance of The Years tahun lalu. Bendicion juga merupakan tim dance unggulan dari Art Academy yang memang telah membawa beberapa penghargaan dance.
Ke 13 Dance crew dikarantina di asrama Art Academy selama sebulan sebelum tampil di final Dance of The Years. Sehingga  semua dance crew menjadi saling dekat saat menjalani proses karantina.
Agung yang merupakan anggota dari Ultramen crew diam-diam menyukai Vicky anggota dari Bendicion. Cewek itu memang pantas jika disukai karena parasnya yang cantik. Namun ternyata Vicky diam-diam menyimpan perasaan pada Dodo anggota dari Dance crew UPC. Sosok dingin dan misterius Dodo berhasil menarik perhatian Vicky untuk mengenal lebih jauh lelaki yang berasal dari jogja itu. Cinta segitigapun terjadi.
***
Agung sedang berdiri dipintu memperhatikan sosok Vikcy yang sedang latihan dengan tim Dancenya, dia begitu terpukau melihat gerakan lentur dari tubuh Vicky. “woi bro, lo ngpain disini”. Tegur Galih melihat teman satu grupnya terpaku didepan pintu ruang latihan. Agung menarik rambut  urakan temannya itu dengan kesal.
“lo jangan berisik”. Galih tertawa melihat temannya itu. “kalau suka langsung tembak aja bro”. saran Galih setengah berteriak, cowok berambut keriting itu segera berlari sebelum mendapat tendangan dari Agung yang kesal melihat kejahilan temannya.
Bendicionpun menghentikan latihannya karena mendengar keributan diluar ruangan, Agung juga berlari sebelum Vicky melihatnya.
Semakin hari Agung semakin melancarkan misinya untuk mendekati Vicky, dia tidak malu-malu lagi menunjukkan perhatiannya pada Vicky. Seperti hari ini, Agung membawakan air mineral pada Vicky saat selesai latihan. Semuanyapun mengejek Agung namun cowok itu hanya menyengir kuda sementara itu Vicky mengambil airnya  dengan cuek. Vicky memperhatikan sekeliling mencari sosok Dodo ditengah-tengah anggota tim lainnya.
Vicky keluar ruangan karena tidak menumakan Dodo, ternyata lelaki itu sedang duduk sendiri di taman. Vicky menghampirinya berharap dapat lebih dekat dengan cowok misterius itu.
“sedang apa disini sendirian?”. Tanya Vicky. Dodo mengalihkan pandangannya pada Vicky, lelaki itu membuka headset  ditelinganya.
“didalam terlalu ribut”. Dodo memasang tampang cuek, Vicky semakin gemes dengan sikap cowok itu.
“ini buat kamu, kamu pasti haus”. Vicky memberikan air mineral ditangannya yang tidak lain merupakan air pemberian Agung.
“aku tidak mau. Itukan air pemberian Agung, takut dia menaruh jampi-jampi di air itu”. Vicky bingung mendengar ucapan Dodo itu, Dodopun tertawa melihat ekspresi Vicky itu. Tawa Dodo berhasil membuat Vicky terpaku dan semakin menambah rasa kagumnya. Vicky ikut tertawa. Dan saat itu mereka menjadi lebih dekat.
***
Agung menyadari kedekatan Vicky dan Dodo namun dia masih belum menyerah untuk menarik perhatian Vicky, bahkan dia semakin insten memberikan perhatiannya. Vicky merasa risih namun dia tidak bisa menolak bentuk perhatian Agung itu.
Hal itu membuat Dodo cemburu, dia mulai menyimpan perasaan pada Vicky namun dia tidak senekat Agung yang terang-terangan menunjukkan perasaannya.
Dodo sedang duduk menyendiri di taman seperti biasanya, tiba-tiba Gyta salah satu anggota dari DBM medekatinya. Mereka terlihat akrab, bahkan Gyta sesekali memegang tangan Dodo dengan mesra. Dodo terlihat bahagia bersama dengan Gyta.
Vicky menyaksikan itu semua dari jauh, perasaannya seketika hancur, dadanya menjadi sesak, air matanya mengalir tanpa henti. Diapun pergi menjauh dari tempat itu. Agung  melihat Vicky yang berlari sambil menangis diapun mengikuti gadis itu.
“kamu kenapa?”. Agung medekati Vicky yang masih menangis tersedu-sedu diruang latihan. untungnya ruang latihan itu kosong.
Vicky hanya menggeleng tidak tahu harus berkata apa. Agung semakin mendekat dan memeluk Vicky berharap dapat meredam tangis gadis itu dalam pelukannya.
***
Dodo yang sedari tadi menunggu Vicky tak kunjung datang bahkan setelah Gyta pergi, dia masih setia menunggu Vicky berharap gadis itu datang menemuinya ditaman ini seperti biasanya. Dodo berencana menyatakan perasaannya pada Vicky, dia merasa lebih yakin dengan perasaannya setelah curhat dengan Gyta. Gadis itupun menyakinkan agar Dodo segera menyatakan perasaannya sebelum Vicky bersama lelaki lain, apalagi Agung sudah terang-terangan menunjukkan perasaanya itu.
Dodo akhirnya memutuskan mencari Vicky karena sudah tidak sabar menunggu lagi. Dodo berjalan menuju ruang latihan berharap menemukan gadis pujaan hatinya itu. dia membawa setangkai bunga yang dia petik ditaman.
Dodo terpaku saat melihat Vicky sedang berpelukan dengan Agung, wajah Dodo memerah. Bunga yang digenggamnya terjatuh dan perasaannya hancur berkeping-keping. Dia terlambat, Agung berhasil memenangkan hatinya.
Sementara itu tangis Vicky mulai redah, diapun menarik tubuhnya dari pelukan hangat Agung.
“kenapa kamu menangis?”. Tanya Agung setelah melihat Vicky sudah agak lebih tenang.
“aku cemburu melihat Dodo dengan Gyta yang sedang bermeesraan di taman”. Vicky masih menitikkan air mata.
“sudah nggak usah nagis”. Agungpun menghapus air mata Vicky di pipinya.
“sakit tau”. Vicky memegang dadanya.
“lebih sakit mana, aku suka sama kamu tapi kamu tidak pernah sadar”. Agung akhirnya mengakui perasaannya. Vicky menatap Agung, dan lelaki itu berusaha tersenyum tegar.
“maaf… tapi aku sudah terlanjur sayang sama Dodo”. Vicky terlihat sangat menyesal.
“kamu tidak usah minta maaf, cinta tidak bisa dipaksakan dan aku mengerti jika kamu lebih mencintai Dodo dari pada aku. tapi ingat aku akan selalu ada buat kamu, walaupun sebagai cadangan”. Agung mengusap kepala Vicky dengan lembut. Vicky memeluk Agung lagi, lelaki itu dapat mengerti perasaannya.  
***
Semenjak kejadian itu Vicky dan Dodo saling menjaga jarak. Keduanya terlalu egois untuk meluruskan kesalahpaham itu. Dodo kembali bersikap dingin dengan Vicky sementara Vicky berusaha menghindari Dodo.
Vicky masih sakit hati dengan kejadian itu. diapun tidak bisa tidur. pikirannya begitu kacau yang ada dikepalanya hanya bayangan Dodo yang bermesraan dengan Gyta. Saat semuanya sudah terlelap, dia memutuskan  keruang latihan untuk latihan lebih tepatnya sih untuk menghilangkan pikirannya itu karena semua gerakan Dance timnya telah diakuasai.
Vicky terlalu memporsir teganya, dia sudah mengulang gerakan Dancenya lima kali namun dia masih memaksakan tubuhnya untuk bergerak. Saat gerakan berputar, dia tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya, alhasil dia terjatuh. Vicky berteriak kesakitan, Kakinya terkilir.
Dodo yang juga tidak bisa tidur memutuskan untuk mencari udara segar, dia tiba-tiba mendengar teriakan dari arah ruang latihan. diapun ke ruangan itu. Dodo sangat terkejut saat melihat Vicky memegang pergelangan kakinya.
“kamu kenapa?”. Dodo sangat khawatir.
“kakiku terkilir”. Vicky berusaha menahan rasa sakitnya bukan sakit karena terkilir tapi rasa sakit hatinya.
Dodo mengulurkan tangannya untuk membantu Vicky berdiri, namun gadis itu mengacuhkannya, Vicky berusaha menopang tubuhnya dengan kedua tangannya untuk berdiri. Tapi tubuhnya terlalu kelelahan hingga dia tidak bisa berdiri sendiri.
Dodo berjongkok, meraih tubuh Vicky dan menggendongnya. “ kamu tidak bisa berdiri dengan tubuh yang kelelahan seperti ini, seharusnya kamu menjaga tubuhmu agar tidak terlalu kelelahan karena final kompetisi semakin dekat”. Dodo mengangkat tubuh Vicky mengeratkan pelukannya.
“turunkan aku, aku tidak ingin Gyta salah paham”. Vicky memberontak dalam dekapan Dodo.
“berdiri aja susah apalagi harus jalan. Kamu tidak usah takut Agung cemburu, aku hanya berniat menolongmu tidak lebih”. Seru Dodo setengah membentak, dia khawatir dengan wanita itu namun juga tidak bisa menahan perasaan cemburunya.
Vicky termenung, suasana kembali hening. Hanya suara jangkrik yang terdengar nyaring. “aku dan Gyta hanya berteman tidak lebih dari itu, karena hatiku sepenuhnya hanya untukmu. Aku tahu aku sudah terlambat mengakui perasaanku ini karena aku tahu, kamu sudah memilih Agung. Dan… aku harap kalian bisa bahagia bersama”. Dodo menundukkan sejenak wajahnya, berusaha menenangkan hatinya.
Vicky menatap wajah Dodo, dia tersenyum namun setetes air bening mengalir di pipinya. “Aku tidak pernah mempunyai hubungan dengan Agung. Karena dalam pikiran dan hatiku hanya ada kamu”. Vicky mengeratkan pelukannya pada tubuh kekar Dodo. Merekapun resmi pacaran.
***
Semua tim dance crew telah mengetahui hubungan Vicky dan Dodo, mereka berdua selalu tampil mesra. Karena terlalu terbuai dengan asmara, keduanya menjadi tidak focus saat latihan. kadang mereka terlambat datang, gerakan selalu salah, bahkan keduanya kadang absen saat latihan.
Teman-teman Vicky di Bendicion menjadi marah begitupula dengan teman-teman Dodo di UPC.  Kedua tim  memutuskan untuk menjauhkan kedua pasangan itu.
“Dodo, kita sudah jauh-jauh datang kesini untuk berkompetisi di final Dance of the Years. Bukan untuk pacaran, aku mengerti jika kamu suka Vicky tapi aku juga tidak mau hanya karena perasaanmu itu tim dance kita kalah”. Dodo hanya menunduk, medengar salah satu temannya marah-marah.
Nasib Vicky tidak jauh beda dengan Dodo, dia juga di ceramahi habis-habisnya oleh teman satu timnya.
Mereka berduapun dilarang untuk bertemu dulu, sebelum final Dance selesai. Dodo dan Vicky galau. Disatu sisi mereka tidak ingin mengecewakan grup masing-masing tapi di sisi lain mereka begitu tersiksa dengan perasaan rindu yang menggebu-gebu.
Dodo dan Vicky memutuskan untuk backstreet karena tidak bisa menahan perasaan rindu yang semakin mendalam. Merekapun janjian bertemu saat semuanya sudah terlelap di malam hari.
“kita tidak bisa begini terus Do”. Vicky menatap Dodo dengan frustasi.
“aku juga tidak mau backstreet seperti ini, aku juga capek”. Dodo menggenggam tangan Vicky denga erat. Keduanya begitu tersiksa dengan situasi saat ini.
“kita harus membuktikan pada mereka kalau kita bisa professional dan tidak mementingkan perasaan saat berkompetisi”. Vicky berdiri dari tempatnya. Dodo ikut berdiri dan memeluk Vicky dari belakang.
“tentu kita harus membuktikan itu dan aku punya ide untuk menunjukkan pada mereka betapa besar cinta kita”. Vicky tersenyum mendengar ucapan Dodo itu.
***
            Waktu berjalan dengan cepat, final Dance of the Years tinggal seminggu lagi. semua tim dance crew berlatih lebih giat.  Begitu pula dengan Dodo dan Vicky bahkan mereka berlatih dua kali lipat lebih keras dari teman-temannya. mereka berharap dapat melakukan terbaik untuk timnya tanpa harus mengorbankan perasaan mereka.
            Gedung pertujukan Art Academy yang begitu megah telah dipadati oleh penonton, perhelatan kompetesi dance terbesar tahun ini akan segera dilaksanakan. Semua ke 13 tim Dance crew telah besiap-siap. Gedung yang berkapasitas ribuan telah dipadati oleh penonton yang telah membawa berbagai atribut untuk mendukung dance favorit mereka masing-masing.
            Dance of The Years Art Academy tahun ini begitu special karena akan ditayangkan oleh salah satu stasiun TV nasional. Dan juri-jurinya juga sangat berkompeten, mereka adalah Yanus yang merupakan salah satu dancer J.LO, ada juga Fero pemain sinetron yang terkenal dan juga sangat jago dance, Arinto yang merupakan dancer senior, Indah Dewi Pertiwi yang merupakan penyanyi papan atas. Dan yang terakhir Rangga personil salah satu boyband SMASH yang juga merupakan boyband fenomenol di Indonesia. Acara ini juga dibawakan oleh host kondang yaitu Andhika pratama, Narji, Gading Martin dan Audy Marissa.
            Semua Dance crew melakukan persiapan, mereka tidak bisa menyembunyikan wajah tegang mereka. Bendicion melalukan pemanasan namun salah satu dari mereka menyadari ketidak hadiran Vicky. Merekapun terlihat panik. Sementara itu UPC yang beranggotakan Tiga orang sudah lebih dahulu menyadari ketidak hadiran Dodo. UPC mendatangi Bendicion berharap menemukan Dodo disana. Kedua tim tersebut bertemu, mereka saling menyalahkan dan hampir berkelahi. Tindakan mereka terhenti saat mendengar para host telah membuka acara.
            “Baiklah para penonton hari ini sangat meriah. Hari ini akan diadakan konser Final Dance of The Years Art Academy”. Teriak Andhika. Para host yang lainnya mulai bercuap-cuap, memperkenalkan para juri dan para tim dance crew yang akan bertanding.
            Bendicion dan UPC semakin panik sebentar lagi semua tim dance crew akan tampil di panggung namun Dodo dan Vicky masih belum ditemukan.
            “baiklah sebelum kita menyaksikan penampilan dari semua tim dance crew, kita saksikan dulu penampilan special dance couple dari Dodo UPC dan Vicky Bendicion”. Teriak Gading Martin bersamaan dengan Audi Marissa. Tepuk tangan riuh dari penonton. Bendicion dan UPC seketika mendekat kearah panggung.
            Lampu panggung tiba-tiba redup. Lampu sorot menyinari Dodo dan Vicky. Lagu A thousand Years dari Christina Perri mengalung merdu, Vicky mulai menggerakkan tubuhnya mendekat kearah Dodo, dia memegang erat tangan Vicky. Keduanya begitu menghayati gerakan-gerakannya, lagunya tiba-tiba berganti menjadi lagu see you again dari Wiz Khalifa. Vicky melepaskan tangan Dodo, dan mereka berdua menari dengan apik seperti sepasang kekasih yang terpaksa dipisahkan. Dan backsound kembali berubah dengan lagu dari Ellie Goulding dengan judul love me like you do. Dodo kembali meraih tangan Vicky menariknya dalam pelukan. Gerakan meraka begitu serasi dan memukau. Mereka berpelukan diakhirnya penampilannya.
            Semua penonton bertepuk tangan dengan meriah begitu pula dengan juri yang sangat menikmati penampilan apik mereka berdua walaupun dance couple itu tidak bakal di nilai tapi penampilan keduanya berhasil mencuri perhatikan mereka. Para host bersorak girang dan memuji penampilan dance couple Vicky dan Dodo.
“wah penampilan yang sangat luar biasa”. Kata Narji. Vicky dan Dodo hanya ternsenyum.
“kalau boleh tahu kenapa kalian tiba-tiba melakukan dance couple ini”. Tanya Andika penasaran.
“kami hanya ingin menunjukkan pada tim kami bahwa kami saling mencintai dan ingin menunjukkan perasaan kami pada mereka, dan kami juga akan selalu bersikap professional” ucap Dodo ongos-ongosan masih berusaha mengatur nafasnya.
“kami akan melakukan yang terbaik bagi tim kami walaupun kami berdua mempunyai hubungan spesial”. Tambah Vicky. Bendicion dan UPC masih terpukau dengan dance couple dari pasangan itu. Bendicion dan UPC akhirnya dapat memahami perasaan keduamya melalui bahasa tubuh mereka dalam gerakan dance couple itu.
“katanya kedua tim kalian tidak setuju yah, dengan hubungan kalian?”. Tanya Audi . Vicky dan Dodo hanya mengangguk.
“kami berharap setelah mereka menyaksikan dance ini mereka dapat mengerti perasaan kami”. Ucap Dodo sambil menunduk, dia masih memegang erat tangan Vicky.
“baiklah kita akan memanggil tim dari Bendicion dan UPC untuk naik kepanggung”. Ucap Narji. Kedua tim Dance itupun naik keatas panggung.
Bencion dan UPC melemparkan tatapan tajam pada kedua pasangan itu, Dodo dan Vicky hanya menunduk. Namun ketegangan seketika sirna saat teman-teman setim mereka berlari dan memeluk sepasang kekasih itu.
“baiklah dengan menyaksikan ini berarti Bendicion dan UPC sudah resmi menjadi besanan”. Seru Gading, diikuti dengan tepuk tangan yang riuh dari penonton. Vicky dan Dodo tersenyum bahagia akhirnya teman-teman setimnya dapat mendukung hubungan mereka. dengan ini mereka akan melakukan yang terbaik untuk tim mereka.
***
Semua tim dance crew telah memberikan penampilan terbaiknya. Sorakan penonton yang mendukung jagoannya semakin kencang, apalagi sekarang akan diumumkan pemenang dari kompetesi dance terbesar tahun ini.
Juri telah memberikan penilaian dan hasilnya sudah ada ditangan para host. Semua dance crew sudah naik keatas panggung. Wajah-wajah para tim dance crew semakin tegang.
            “Dan Pemenang dari Dance of the Years Art Academy tahun ini, jatuh kepada…” Andika menggantung kalimatnya. Para penonton dan tim dance crew semakin tegang.
“Ultramen Crew”. Ucap para Host bersamaan. Pendukung ultramen berteriak histeris, bahkan diantara mereka ada yang sampai menangis. sementara  para anggota Ultramen sujud syukur. Mereka berhasil mendapatkan uang puluhan juta dan piala bergilir yang sebulumnya diraih oleh Bendicion. Bendicion yang diwakili oleh Vicky menyerahnya piala yang super besar itu pada Ultaramen yang diwakili oleh Agung.
            Dodo telah berhasil memenangkan hati Vicky, namun Agung berhasil memenangkan Dance of The Years. Sebagai obat sakit hatinya karena cinta yang bertepuk sebelah tangan.
THE END


PROFILKU: 
Nama : Canradewi
Alamat : Jl. Tamangapa Raya No 17 A. Makassar.
Jenis kelamin : perempuan
Nama Fb/Intagram : canradewi
Twietter : canra_Radewi.

Tuesday, 10 February 2015

Stay with me
Tidak terasa sudah seminggu aku menikah dengan Ferdy, cowok yang selama ini selalu disisiku. Menemaniku dikala suka maupun duka, dikala cerah maupun mendung. Seseorang yang membuat terseyum sambil menangis, menangis sambil terseyum. Dia bisa jadi teman, sahabat, musuh, kakak dan sekaligus kekasih yang baik.
Tapi, entah mengapa kini dia telah berubah, semua sifat manisnya telah luntur. Tidak ada lagi kehangatan saat aku bersamanya. Terkadang aku merasa dia bukan orang yang aku kenal lagi. dia berubah menjadi orang asing bagiku.
Aku mencoba mencari tahu apa yang terjadi pada calon suamiku itu, akupun mengikutinya saat dia pulang kantor. Aku begitu kaget saat melihat dia kerumah sakit. Aku mengikuti dia sampai kedalam rumah sakit. Kulihat dia memasuki ruang dokter spesialis penyakit dalam. Perasaanku tidak karuan, apakah dia sedang sakit parah? Apakah dia menyembunyikan penyakitnya? Semua pertanyaan itu muncul berhamburan dari otakku.
Keesokan harinya, aku mengajak Ferdy ke Café favorit kami. aku berkata jujur padanya bahwa aku mengikutinya ke rumah sakit. Dia tampak kaget, akupun bertanya sebenarnya apa yang dia sembunyikan dariku. Awalnya dia tidak ingin membuka mulutnya, tapi aku terus mendesaknya.
Akhirnya Ferdy menyerah dan menceritakan semuanya. Aku sangat kaget saat dia mengatakan bahwa dia sedang merawat wanita lain yang sedang sakit parah di rumah sakit itu, ternyata dugaanku salah. Rasa cemburu menyelimuti hatiku, amarahkupun tidak terbendung lagi. dia merawat wanita lain dan mengacuhkanku, bahkan saat pernikahan kami belum seumur jagung. Akupun menampar Ferdy, kekecewaanku begitu mendalam padanya.
Aku meninggalkan Ferdy yang masih tertunduk, mungkin aku harus mengakhiri pernikahan ini sebelum semuanya terlambat. Air mataku berurai tanpa henti, akupun berlari keluar dari Café itu, menerobos hujan yang begitu deras. Hatiku begitu hancur, dan dadaku terasa sesak.
Langkahku terhenti saat Ferdy menggenggam tanganku, dia menarikku dalam pelukannya. Wajahnya begitu sedih, dia mencoba menghapus air mataku yang telah bercampur dengan air hujan. Dia membelai rambutku dan memelukku dengan erat.
“STAY WITH ME HONEY” bisiknya begitu mendalam. Aku mencoba mendorong tubuhnya menjauh dariku, namun dia semakin mempererat pelukannya.
AKU BENCI KAMU, AKU BENCI KAMU…. Hanya kata-kata itu yang keluar dari mulutku. diapun melepaskanku dari pelukannya, “seberapa besar kamu membenci aku, aku tetap akan mencintaimu”. Diapun tersenyum.
PLAAKKK… tamparanku kembali melayang di pipinya, bahkan dia masih sempat merayuku disaat dia menghancurkan hatiku. Ferdy hanya tersenyum sambil memegang pipinya. Bahkan rasa sakitnya tamparanku itu tidak sepadam dengan rasa sakit hati yang dia torehkan padaku.
Tiba-tiba Ferdy menarikku kembali dalam pelukannya. Dia tertawa dibalik tubuhku. Aku terbujur kaku melihat sikapnya. “bahkan rasa sakit tamparanmu ini masih tidak bisa mengurangi rasa sayangku padamu. Ahhh… mungkin ini memang yang harus ku terimah untuk SURPRISE ini”. Apa surprise? apa maksudnya dengan surprise.
Hujan yang begitu deras tiba-tiba berhenti seketika. Akupun menatap langit yang ternyata sangat cerah dengan dihiasi bintang-bintang. Aku menatap Ferdy. Dia hanya tertawa sambil memegangi pipinya yang merah karena tamparanku.
“HAPPY BIRTHDAY HONEY”. Kata-kata itu terucap begitu halus dari mulutnya. Beberapa lelaki yang berseragam pemadam kebakaran datang dengan membawa bunga dan kue sambil menyanyikan lagu happy birthday.
Aku memeluk Ferdy sambil menangis terharu, ternyata dia yang merencanakan semua ini. Bahkan dia rela menyewa pemadam kebakaran untuk membuat hujan buatan. Dan yang membuatku tampak bodoh karena aku mengira dia betul-betul merawat wanita lain. ternyata dia kerumah sakit hanya untuk menemui sahabatnya yang merupakan salah satu dokter penyakit dalam di rumah sakit itu.

Thursday, 1 January 2015



PENGHUJUNG TAHUN

Tiupan terompet dan bunyi petasan terdengar bergantian, music di putar begitu keras. Suka cita menyambut malam pergantian tahun baru begitu terasa, namun aku hanya mengurung diri di kamar, meratapi kesedihanku di penghujung tahun ini.
Aku memang tidak pernah menyambut tahun baru dengan acara special karena itu tidak pernah ada dalam tradisi dalam keluargaku. Tapi, tahun ini berbeda karena di rumahku saat ini sedang mengadakan pesta besar-besaran. Ini bukan pesta penyambutan tahun baru melainkan pesta menyambut pernikahanku. Ya, pernikahanku yang tinggal menghitung hari dengan lelaki yang belum kukenal betul sifatnya. Aku hanya bertemu dia dua kali. Pertama waktu kecil saat aku berlibur di kampung halamannya, dan kedua kalinya saat dia datang melamar dengan kedua orang tuanya.
Orang tuaku memang selalu mengingatkan bahwa aku akan di jodohkan jadi mereka tidak pernah mengizinkanku pacaran. Mereka bahkan mengancamku jika aku berpacaran, aku tidak akan diizikan untuk melanjutkan sekolahku. Aku masih ingat betul pesan bapakku saat aku hendak melanjutkan kuliahku di kota. “Nak, kalau kamu mau sekolah maka sekolahlah dengan baik jangan pacaran-pacaran, jika kamu mau pacaran tidak usah sekolah menikah saja”.
Perkataan bapakku itu tertancap begitu mendalam dalam otakku hingga membuatku tak pernah merasakan yang namanya pacaran, bukannya aku jelek atau kurang menarik namun aku lebih menfokuskan diri untuk sekolahku. Aku bahkan beberapa kali menolak lelaki yang mengajakku pacaran.
Aku juga wanita yang normal yang menginginkan kekasih hati. Terkadang aku iri melihat teman-temanku yang punya pacar, mereka tampak bahagia karena selalu ada yang memperhatikan mereka. menemani mereka jalan, memberikan kejutan saat ulang tahun, bahkan selalu diteraktir nonton dan makan.
Tapi, aku juga bersyukur karena aku tidak pernah merasakan patah hati karena diselingkuhi dan dicampakkan. Dan yang lebih miris lagi ditinggalkan saat kesuciannya sudah direnggut.
Walaupun tanpa pacar aku masih bisa hidup normal, dan bisa menikmati masa-masa remaja dengan berbagai hal positif. Lebih focus Merajut mimpi-mimpi untuk masa depan yang cerah. Tapi, semua itu terasa sia-sia karena perjodohan ini. Baru sebulan aku bergelar sarjana, namun kedua orang tuaku sudah memintaku untuk mengakhiri masa lajangku. Aku bahkan belum mencicipi dunia kerja, tapi kedua orang tuaku sepertinya lebih bahagia melihatku menjadi ibu rumah tangga dari pada menjadi wanita karir.
Aku sempat memberontak tidak menyetujui perjodohan ini, aku tidak ingin menyia-nyiakan gelar sarjanaku dengan hanya menjadi ibu rumah tangga. Aku ingin menjadi wanita karir, aku ingin jadi wanita yang mandiri. Namun kedua orang tuaku sudah menetapkan tanggal pernikahannya dan itu tidak mungkin dibatalkan lagi.
Air mataku tak pernah berhenti menetes, perasaanku sungguh kacau. Aku seharusnya bahagia menyambut hari bahagiaku namun aku tidak merasakan hal itu, hanya kesedihan yang menyelimuti hatiku.
Terdengar tiupan terompet begitu keras, semua orang bersorak gembira. Terdengar jelas suara mereka menyambut pergantian tahun, aku hanya mendengarnya dibalik didinding kamarku, menikmati kesendirianku.
Hari pernikahankupun tiba, wajahku sudah di make up. Semua orang memuji kecantikanku, termasuk ibuku. Dia sempat meneteskan air mata saat melihatku sudah lengkap dengan pakaian pengantin dan dia memelukku begitu erat, aku meteskan air mata. “kamu sangat cantik anakku”. Bisiknya.
Ijab Kabul telah diucapkan Hasan dengan lantang. Lelaki itu kini resmi menjadi suamiku, akupun diantar kedekatnya. Dia tersenyum melihatku, semua orang bersorak saat Hasan memasangkan cincin di jari manisku. Berbagai prosesi pernikahan adat bugis Makassar telah kami jalani. Hasan selalu tersenyum saat menyambut tamu sangat berbeda denganku yang tampak sangat murung.
Malam ini aku resmi menjadi seorang istri namun, aku masih belum siap secara lahir batin. Sepertinya Hasan mengerti keadaanku, diapun tidak memaksakan kehendaknya padaku. Dia mencoba mengajakku mengobrol berusaha lebih dekat denganku tapi aku menjaga jarak darinya.
Sifat dinginku padanya masih tidak berubah saat di pagi hari. Aku masih belum bisa membuka hatiku untuknya.
Hari demi hari kami lalui tanpa kedekatan yang berarti. Aku sudah tidak tahan lagi dengan kondisi ini, akupun mengatakan pada Hasan bahwa aku tidak betah tinggal dirumah orang tuanya, aku ingin ke kota dan mencari pekerjaan. Aku tidak ingin menyia-nyiakan gelar sarjanaku. Awalnya, Hasan tampak tidak setuju karena saat ini dia masih bekerja di perkebunan orang tuanya. Orang tua Hasan mempunyai banyak kebun dan tentu kebun itu nantinya akan di wariskan pada Hasan, sehingga mau tidak mau Hasan belajar mengelolah perkebunan itu.
Setiap hari aku memaksa Hasan untuk pindah ke kota, akhirnya diapun mengalah dan meminta izin pada kedua orang tuanya. Kedua orang tua Hasan tentu tidak mengizinkannya, namun setelah aku dan Hasan memohon akhirnya mereka mengizikan juga.
Aku dan Hasan berangkat ke Kota dan kami menyewa sebuah kos sederhana untuk tempat tinggal kami. Hasan masih sabar menghadapiku, dia bahkan tidak pernah mengeluhkan sikapku yang masih dingin padanya.
Aku mulai mencari pekerjaan dan tidak membutuhkan waktu lama, aku sudah mendapatkan pekerjaan sebagai pegawai kantoran. Hasan juga mencari perkerjaan, namun karena dia hanya tamatan SMA, dia tampak kesulitan mendapatkan pekerjaan.
Sudah sebulan aku dan Hasan tinggal di kota namun Hasan belum juga mendapatkan pekerjaan, alhasil akulah yang membiyai kehidupan kami berdua.
Hasan terlihat tidak nyaman dengan kondisi kami saat ini, dimana aku yang seharusnya menjadi ibu rumah tangga malah menjadi tulang punggung. Sebenarnya aku tidak keberatan dengan kondisi kami saat ini, karena ini lebih baik daripada aku harus tinggal di kampung.
Setelah aku membujuk Hasan akhinya dia masih bisa bertahan dan mencari pekerjaan lebih giat lagi. Perhatian Hasan tidak pernah berkurang sedikitpun padaku, bahkan aku sudah merasa nyaman berada di dekatnya saat ini. Aku masih ingat saat dia merawatku dikala sakit, bahkan dia tidak pernah tidur hanya untuk menjagaku. Dan saat itulah aku merasakan kasih sayangnya padaku begitu besar.
Hari berjalan seperti biasanya saat Hasan datang dengan wajah yang sangat ceria, dia memelukku sangat erat dan menciumku dengan mesra, aku sempat kaget dengan tingkah anehnyaa itu. diapun tersenyum bahagia melihat wajah bingungku. Dengan mesra dia mengatakan bahwa dia sudah mendapat pekerjaan dengan gaji yang lumayan besar, walaupun gajinya tidak sebesar gajiku di kantor tapi hal itu sangat membahagiakan bagi kami. Akupun memeluknya dengan erat dan menciumnya balik.
Hasan terlihat begitu rapih di hari pertamanya kerja, akupun mempersiapkan baju yang dia kenakan dari subuh. Jujur saja aku begitu bangga memiliki suami seperti dia. Sebenarnya aku tidak tahu pasti Hasan kerja dimana karena dia tidak mau mengatakannya. Setelah Hasan ke tempat kerjanya aku juga bergegas ke kantorku.
Tidak terasa hari sudah beranjak sore, menandakan jam kantor sudah selesai. Tiba-tiba salah satu teman kantorku mengajakku makan di sebuah restoran cepat saji karena dia sedang berulang tahun, kamipun pergi beramai-ramai. Aku segera menelpon Hasan memberitahukan bahwa aku akan pulang terlambat, dan ternyata dia juga belum pulang dari tempat kerjanya.
Sesampainya di restoran kami menempati tempat yang dekat dengan jendela, salah seorang pelayan datang dan mencatat makanan yang kami pesan. Aku meminta salah seorang temanku memesankan makanan karena aku mau ke toilet.
Aku begitu kaget karena mendengar kegaduhan di tempat makan itu saat aku keluar dari toilet, kulihat seorang pengunjung marah-marah pada pelayan yang tidak sengaja menempahkan minumannya. Dan lebih membuatku shok ternyata pelayan itu adalah Hasan suamiku. Akupun segera mendekat ke tempat itu kulihat teman kantorku juga ikut mendekat di kerumunan itu.
Aku begitu marah saat pengunjung itu memarahi sumaiku dan menghinanya di depan banyak orang. Tanpa berpikir panjang aku membela suamiku dan melemparkan uang pada pengunjung itu yang sedari tadi mempermasalahkan baju mahalnya yang kotor. Aku mengatakan lebih baik dia membeli baju baru dengan uang itu dan tidak usah mempermalukan orang lagi. Hasan menarik tanganku saat aku mau menampar wajah pengunjung yang sombong itu. Dia membawaku keluar dari restoran itu, melewati keremunan pengunjung termasuk teman kantorku.
Sesampainya di rumah, Hasan tidak pernah mengucapkan sepata katapun, mungkin dia marah karena aku telah membuat keributan di tempat kerjanya. Tapi, seharusnya dia tidak marah dan berterima kasih padaku. Aku jadi serba salah menghadapinya, baru kali ini aku melihat dia marah. dan jujur saja aku lebih memilih di marahi dengan kata-kata daripada didiami seperti ini.
Akupun mendekat saat Hasan duduk di teras rumah kontrakan kami, aku membawakan Hasan secangkir teh hangat kesukaanya. Namun, dia tetap diam. aku meraih tangannya dan meminta maaf karena aku telah membuat kekacauan itu. Hasan mengalihkan pandangannya kearahku, dia hanya tersenyum. Dan mengatakan aku begitu berani membentak pengunjung itu. diapun meminta maaf karena belum bisa mencari pekerjaan yang lebih baik. Dia merasa bersalah karena tidak bisa menjadi suami yang baik. Akupun memeluknya dengan erat, bahkan di saat seperti ini dia masih menyalahkan dirinya atas keegoisanku. Aku tahu Hasan adalah seorang suami yang bertanggung jawab, namun karena keegoisanku dia melepaskan pekerjaannya di perkebunan. Sama seperti halnya diriku yang tidak betah hidup didesa, pasti dia juga tidak betah hidup di kota. Namun dia lebih sabar dariku.
Akupun mengatakan pada Hasan bahwa aku bersedia pulang kampung dan mengundurkan diri dari kantorku. Namun Hasan mengatakan dia akan berjuang lebih giat untuk bertahan di kota, dan melarangku mengundurkan diri. aku sungguh beruntung mempunyai suami yang begitu pengertian seperti dirinya.
Tidak butuh lama Hasan sudah mendapatkan pekerjaan baru di sebuah toko coklat, dia sangat bahagia karena setidaknya dia bisa mempelajari cara mengolah coklat yang salama ini dia kelolah di perkebunan di kampung halamannya. Setiap pulang kerja dia dengan semangatnya menceritakan cara pengolahan coklat menjadi kue-kue yang enak, namun yang dia sayangkan coklat-coklat itu di impor dari luar. Hasan juga selalu membawakanku kue coklat setiap dia pulang kerja.
Setelah beberapa bulan bekerja di restoran coklat itu, Hasan memutuskan untuk menundurkan diri. aku sempat kaget dengan keputusannya yang tiba-tiba itu. aku melihat dia begitu bahagia kerja di tempat itu namun dia malah berhenti. Dia tidak mengatakan alasannya saat memilih keluar dari tempat kerjanya itu.
Setelah keluar, dia terlihat sangat sibuk, bahkan lebih sibuk dari pada saat dia bekerja. Dia tidak mau mengatakan apa yang sedang dia kerjakan. Dia hanya mengatakan bahwa dia sedang berusaha membahagiakanku.
Semakin hari dia semakin sibuk, dia juga sering pulang balik dari kampungnya ke kota. Dan tentu aku tidak pernah ikut saat dia pulang karena aku masih harus kerja di kantor, dia biasanya tinggal selama dua hari ketika di kampung.
Hasan baru pulang dari kampung saat kami kedatangan tamu yang berpakaian begitu rapih, dan ternyata mereka adalah tamu Hasan. Aku tidak mengerti arah pembicaraan mereka dan aku melihat Hasan menandatangani beberapa dokumen yang dibawah oleh orang itu.
Setelah tamu itu pergi aku bertanya pada Hasan maksud dari kedatangan tamu itu, dengan santai dia mengatakan bahwa orang-orang itu dari Bank. Dia melakukan pinjaman pada bank untuk membuat pabrik coklat kecil-kecilan dikampung.
Hasan akhirnya menceritakan semua rencananya, sebenarnya aku kurang setuju. Namun Hasan melakukannya begitu percaya diri, aku hanya memberikan dia support sebagai istri yang baik.
Setelah beberapa bulan usaha Hasan membuahkan hasil, dia mulai bekerja sama dengan toko coklat tempat dia bekerja dulu. bahkan beberapa restoran mewah dikota ini memesan coklat dari pabrik kecil Hasan yang tidak kalah dengan mutu coklat yang di impor. Seiring berjalannya waktu Hasan mulai membuka pabrik yang cukup besar di kota ini. Dia memperoleh coklat-coklat mentah dari petani di kampung sehingga membuat kehidupan petani dikampung semakin maju.
Aku merasa kesepian walaupun keadaan ekonomi kami membaik seiring kemajuan usaha Hasan, dia sudah jarang berada dirumah. Bahkan dia lebih banyak berada di luar kota dari pada menemaniku. Kami masih tinggal dikontrakan kecil ini karena Hasan masih sangat sibuk, dia pernah mengatakan akan membeli rumah namun sepertinya rencanya itu terhalang karena kesibukannya.
Bahkan dipenghujung tahun ini, Hasan masih sibuk dengan usahanya itu. aku merasa diduakan, bukan diduakan dengan wanita lain, melainkan diduakan dengan usahanya itu. seluruh perhatiannya tertuju pada usahanya dan tidak ada yang tersisa untukku. Saat ini saja hampir semua orang meluangkan waktu bersama keluarga menyambut pergantian tahun, namun aku hanya duduk sendiri di depan TV, aku sangat bosan. Suamiku masih sibuk dengan urusannya di luar.
Hasan tiba dirumah saat jam menunjukkan pukul 10.15 menit, dia tersenyum melihat wajah kusamku. Diapun mencium keningku dan memelukku saat aku melihatnya dengan tatapan kesal. Dia mengajakku kekamar, dan memintaku untuk segera berganti baju. Akupun meluapkan kekesalanku dan marah-marah padanya. Dia masih tersenyum bahkan tertawa saat melihatku marah-marah.
Dia memintaku segera berganti baju, diapun mengatakan akan menggantikan bajuku jika aku masih tidak bergegas. Aku tahu dia sedang menggodaku. Akupun menyuruh dia keluar dan segera berganti baju. Aku tidak tahu apalagi yang dia rencanakan sekarang.
Saat berada di depan rumah aku di kejutkan dengan sebuah mobil hitam yang tampak begitu mengkilap, Hasan tersenyum dan mengatakan itu adalah mobil baru kami. Bukan hanya itu, dia mengajakku kesebuah kompleks perumahan mewah, dan berhenti di salah satu rumah yang terlihat begitu mewah. Aku pikir Hasan mengajakku bertemu dengan salah satu koleganya, namun aku melihat Hasan mengeularkan sebuah kunci dan memberikannya padaku. Diapun berbisik di telingaku, “mulai saat ini kita akan tinggal di rumah ini sayang”. aku menatap Hasan, aku tidak bisa menahan deraian air mataku. Akupun memeluk Hasan begitu erat.
Jujur saja saat aku kuliah, aku selalu memperhatikan perumahan mewah dan selalu bermimpi mempunyai rumah mewah seperti itu. dan mimpiku itu kini terwujud.
Aku sangat bersyukur Tuhan mengirimkanku lelaki sederhana yang mencintaiku apa adanya dan selalu membahagiaanku tanpa henti. Dia berjuang demi membahagiakanku, selalu sabar menghadapi tingkahku. Dan menghujaniku kasih sayang yang begitu mendalam.
Dan akhirnya aku bisa merasakan indahnya pernikahan tanpa harus berpacaran terlebih dahulu, dan merasakan indahnya kebersamaan dengan suamiku. Merasakan perhatiannya tanpa henti, pelukan, ciuman serta semua hal-hal yang sering aku impikan saat aku melihat orang lain pacaran. Akhirnya aku merasakan nikmatnya kebersamaan dipenghujung tahun ini bersama dengan orang yang kusayangi. Walaupun tahun ini begitu sulit bagi kami tapi pada akhirnya kami merasakan nikmatnya perjuang dan kesabaran itu di penghujung tahun.
Quote : kita tidak pernah tahu bagaimana masa depan kita, mungkin saat ini kita merasa begitu tersiksa dengan keadaan kita. Namun dengan usaha, kerja keras, doa dan sabar akan menuntun kita menuju kesuksesan yang bahkan tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.