Tuesday, 10 February 2015

Stay with me
Tidak terasa sudah seminggu aku menikah dengan Ferdy, cowok yang selama ini selalu disisiku. Menemaniku dikala suka maupun duka, dikala cerah maupun mendung. Seseorang yang membuat terseyum sambil menangis, menangis sambil terseyum. Dia bisa jadi teman, sahabat, musuh, kakak dan sekaligus kekasih yang baik.
Tapi, entah mengapa kini dia telah berubah, semua sifat manisnya telah luntur. Tidak ada lagi kehangatan saat aku bersamanya. Terkadang aku merasa dia bukan orang yang aku kenal lagi. dia berubah menjadi orang asing bagiku.
Aku mencoba mencari tahu apa yang terjadi pada calon suamiku itu, akupun mengikutinya saat dia pulang kantor. Aku begitu kaget saat melihat dia kerumah sakit. Aku mengikuti dia sampai kedalam rumah sakit. Kulihat dia memasuki ruang dokter spesialis penyakit dalam. Perasaanku tidak karuan, apakah dia sedang sakit parah? Apakah dia menyembunyikan penyakitnya? Semua pertanyaan itu muncul berhamburan dari otakku.
Keesokan harinya, aku mengajak Ferdy ke Café favorit kami. aku berkata jujur padanya bahwa aku mengikutinya ke rumah sakit. Dia tampak kaget, akupun bertanya sebenarnya apa yang dia sembunyikan dariku. Awalnya dia tidak ingin membuka mulutnya, tapi aku terus mendesaknya.
Akhirnya Ferdy menyerah dan menceritakan semuanya. Aku sangat kaget saat dia mengatakan bahwa dia sedang merawat wanita lain yang sedang sakit parah di rumah sakit itu, ternyata dugaanku salah. Rasa cemburu menyelimuti hatiku, amarahkupun tidak terbendung lagi. dia merawat wanita lain dan mengacuhkanku, bahkan saat pernikahan kami belum seumur jagung. Akupun menampar Ferdy, kekecewaanku begitu mendalam padanya.
Aku meninggalkan Ferdy yang masih tertunduk, mungkin aku harus mengakhiri pernikahan ini sebelum semuanya terlambat. Air mataku berurai tanpa henti, akupun berlari keluar dari Café itu, menerobos hujan yang begitu deras. Hatiku begitu hancur, dan dadaku terasa sesak.
Langkahku terhenti saat Ferdy menggenggam tanganku, dia menarikku dalam pelukannya. Wajahnya begitu sedih, dia mencoba menghapus air mataku yang telah bercampur dengan air hujan. Dia membelai rambutku dan memelukku dengan erat.
“STAY WITH ME HONEY” bisiknya begitu mendalam. Aku mencoba mendorong tubuhnya menjauh dariku, namun dia semakin mempererat pelukannya.
AKU BENCI KAMU, AKU BENCI KAMU…. Hanya kata-kata itu yang keluar dari mulutku. diapun melepaskanku dari pelukannya, “seberapa besar kamu membenci aku, aku tetap akan mencintaimu”. Diapun tersenyum.
PLAAKKK… tamparanku kembali melayang di pipinya, bahkan dia masih sempat merayuku disaat dia menghancurkan hatiku. Ferdy hanya tersenyum sambil memegang pipinya. Bahkan rasa sakitnya tamparanku itu tidak sepadam dengan rasa sakit hati yang dia torehkan padaku.
Tiba-tiba Ferdy menarikku kembali dalam pelukannya. Dia tertawa dibalik tubuhku. Aku terbujur kaku melihat sikapnya. “bahkan rasa sakit tamparanmu ini masih tidak bisa mengurangi rasa sayangku padamu. Ahhh… mungkin ini memang yang harus ku terimah untuk SURPRISE ini”. Apa surprise? apa maksudnya dengan surprise.
Hujan yang begitu deras tiba-tiba berhenti seketika. Akupun menatap langit yang ternyata sangat cerah dengan dihiasi bintang-bintang. Aku menatap Ferdy. Dia hanya tertawa sambil memegangi pipinya yang merah karena tamparanku.
“HAPPY BIRTHDAY HONEY”. Kata-kata itu terucap begitu halus dari mulutnya. Beberapa lelaki yang berseragam pemadam kebakaran datang dengan membawa bunga dan kue sambil menyanyikan lagu happy birthday.
Aku memeluk Ferdy sambil menangis terharu, ternyata dia yang merencanakan semua ini. Bahkan dia rela menyewa pemadam kebakaran untuk membuat hujan buatan. Dan yang membuatku tampak bodoh karena aku mengira dia betul-betul merawat wanita lain. ternyata dia kerumah sakit hanya untuk menemui sahabatnya yang merupakan salah satu dokter penyakit dalam di rumah sakit itu.

Thursday, 1 January 2015



PENGHUJUNG TAHUN

Tiupan terompet dan bunyi petasan terdengar bergantian, music di putar begitu keras. Suka cita menyambut malam pergantian tahun baru begitu terasa, namun aku hanya mengurung diri di kamar, meratapi kesedihanku di penghujung tahun ini.
Aku memang tidak pernah menyambut tahun baru dengan acara special karena itu tidak pernah ada dalam tradisi dalam keluargaku. Tapi, tahun ini berbeda karena di rumahku saat ini sedang mengadakan pesta besar-besaran. Ini bukan pesta penyambutan tahun baru melainkan pesta menyambut pernikahanku. Ya, pernikahanku yang tinggal menghitung hari dengan lelaki yang belum kukenal betul sifatnya. Aku hanya bertemu dia dua kali. Pertama waktu kecil saat aku berlibur di kampung halamannya, dan kedua kalinya saat dia datang melamar dengan kedua orang tuanya.
Orang tuaku memang selalu mengingatkan bahwa aku akan di jodohkan jadi mereka tidak pernah mengizinkanku pacaran. Mereka bahkan mengancamku jika aku berpacaran, aku tidak akan diizikan untuk melanjutkan sekolahku. Aku masih ingat betul pesan bapakku saat aku hendak melanjutkan kuliahku di kota. “Nak, kalau kamu mau sekolah maka sekolahlah dengan baik jangan pacaran-pacaran, jika kamu mau pacaran tidak usah sekolah menikah saja”.
Perkataan bapakku itu tertancap begitu mendalam dalam otakku hingga membuatku tak pernah merasakan yang namanya pacaran, bukannya aku jelek atau kurang menarik namun aku lebih menfokuskan diri untuk sekolahku. Aku bahkan beberapa kali menolak lelaki yang mengajakku pacaran.
Aku juga wanita yang normal yang menginginkan kekasih hati. Terkadang aku iri melihat teman-temanku yang punya pacar, mereka tampak bahagia karena selalu ada yang memperhatikan mereka. menemani mereka jalan, memberikan kejutan saat ulang tahun, bahkan selalu diteraktir nonton dan makan.
Tapi, aku juga bersyukur karena aku tidak pernah merasakan patah hati karena diselingkuhi dan dicampakkan. Dan yang lebih miris lagi ditinggalkan saat kesuciannya sudah direnggut.
Walaupun tanpa pacar aku masih bisa hidup normal, dan bisa menikmati masa-masa remaja dengan berbagai hal positif. Lebih focus Merajut mimpi-mimpi untuk masa depan yang cerah. Tapi, semua itu terasa sia-sia karena perjodohan ini. Baru sebulan aku bergelar sarjana, namun kedua orang tuaku sudah memintaku untuk mengakhiri masa lajangku. Aku bahkan belum mencicipi dunia kerja, tapi kedua orang tuaku sepertinya lebih bahagia melihatku menjadi ibu rumah tangga dari pada menjadi wanita karir.
Aku sempat memberontak tidak menyetujui perjodohan ini, aku tidak ingin menyia-nyiakan gelar sarjanaku dengan hanya menjadi ibu rumah tangga. Aku ingin menjadi wanita karir, aku ingin jadi wanita yang mandiri. Namun kedua orang tuaku sudah menetapkan tanggal pernikahannya dan itu tidak mungkin dibatalkan lagi.
Air mataku tak pernah berhenti menetes, perasaanku sungguh kacau. Aku seharusnya bahagia menyambut hari bahagiaku namun aku tidak merasakan hal itu, hanya kesedihan yang menyelimuti hatiku.
Terdengar tiupan terompet begitu keras, semua orang bersorak gembira. Terdengar jelas suara mereka menyambut pergantian tahun, aku hanya mendengarnya dibalik didinding kamarku, menikmati kesendirianku.
Hari pernikahankupun tiba, wajahku sudah di make up. Semua orang memuji kecantikanku, termasuk ibuku. Dia sempat meneteskan air mata saat melihatku sudah lengkap dengan pakaian pengantin dan dia memelukku begitu erat, aku meteskan air mata. “kamu sangat cantik anakku”. Bisiknya.
Ijab Kabul telah diucapkan Hasan dengan lantang. Lelaki itu kini resmi menjadi suamiku, akupun diantar kedekatnya. Dia tersenyum melihatku, semua orang bersorak saat Hasan memasangkan cincin di jari manisku. Berbagai prosesi pernikahan adat bugis Makassar telah kami jalani. Hasan selalu tersenyum saat menyambut tamu sangat berbeda denganku yang tampak sangat murung.
Malam ini aku resmi menjadi seorang istri namun, aku masih belum siap secara lahir batin. Sepertinya Hasan mengerti keadaanku, diapun tidak memaksakan kehendaknya padaku. Dia mencoba mengajakku mengobrol berusaha lebih dekat denganku tapi aku menjaga jarak darinya.
Sifat dinginku padanya masih tidak berubah saat di pagi hari. Aku masih belum bisa membuka hatiku untuknya.
Hari demi hari kami lalui tanpa kedekatan yang berarti. Aku sudah tidak tahan lagi dengan kondisi ini, akupun mengatakan pada Hasan bahwa aku tidak betah tinggal dirumah orang tuanya, aku ingin ke kota dan mencari pekerjaan. Aku tidak ingin menyia-nyiakan gelar sarjanaku. Awalnya, Hasan tampak tidak setuju karena saat ini dia masih bekerja di perkebunan orang tuanya. Orang tua Hasan mempunyai banyak kebun dan tentu kebun itu nantinya akan di wariskan pada Hasan, sehingga mau tidak mau Hasan belajar mengelolah perkebunan itu.
Setiap hari aku memaksa Hasan untuk pindah ke kota, akhirnya diapun mengalah dan meminta izin pada kedua orang tuanya. Kedua orang tua Hasan tentu tidak mengizinkannya, namun setelah aku dan Hasan memohon akhirnya mereka mengizikan juga.
Aku dan Hasan berangkat ke Kota dan kami menyewa sebuah kos sederhana untuk tempat tinggal kami. Hasan masih sabar menghadapiku, dia bahkan tidak pernah mengeluhkan sikapku yang masih dingin padanya.
Aku mulai mencari pekerjaan dan tidak membutuhkan waktu lama, aku sudah mendapatkan pekerjaan sebagai pegawai kantoran. Hasan juga mencari perkerjaan, namun karena dia hanya tamatan SMA, dia tampak kesulitan mendapatkan pekerjaan.
Sudah sebulan aku dan Hasan tinggal di kota namun Hasan belum juga mendapatkan pekerjaan, alhasil akulah yang membiyai kehidupan kami berdua.
Hasan terlihat tidak nyaman dengan kondisi kami saat ini, dimana aku yang seharusnya menjadi ibu rumah tangga malah menjadi tulang punggung. Sebenarnya aku tidak keberatan dengan kondisi kami saat ini, karena ini lebih baik daripada aku harus tinggal di kampung.
Setelah aku membujuk Hasan akhinya dia masih bisa bertahan dan mencari pekerjaan lebih giat lagi. Perhatian Hasan tidak pernah berkurang sedikitpun padaku, bahkan aku sudah merasa nyaman berada di dekatnya saat ini. Aku masih ingat saat dia merawatku dikala sakit, bahkan dia tidak pernah tidur hanya untuk menjagaku. Dan saat itulah aku merasakan kasih sayangnya padaku begitu besar.
Hari berjalan seperti biasanya saat Hasan datang dengan wajah yang sangat ceria, dia memelukku sangat erat dan menciumku dengan mesra, aku sempat kaget dengan tingkah anehnyaa itu. diapun tersenyum bahagia melihat wajah bingungku. Dengan mesra dia mengatakan bahwa dia sudah mendapat pekerjaan dengan gaji yang lumayan besar, walaupun gajinya tidak sebesar gajiku di kantor tapi hal itu sangat membahagiakan bagi kami. Akupun memeluknya dengan erat dan menciumnya balik.
Hasan terlihat begitu rapih di hari pertamanya kerja, akupun mempersiapkan baju yang dia kenakan dari subuh. Jujur saja aku begitu bangga memiliki suami seperti dia. Sebenarnya aku tidak tahu pasti Hasan kerja dimana karena dia tidak mau mengatakannya. Setelah Hasan ke tempat kerjanya aku juga bergegas ke kantorku.
Tidak terasa hari sudah beranjak sore, menandakan jam kantor sudah selesai. Tiba-tiba salah satu teman kantorku mengajakku makan di sebuah restoran cepat saji karena dia sedang berulang tahun, kamipun pergi beramai-ramai. Aku segera menelpon Hasan memberitahukan bahwa aku akan pulang terlambat, dan ternyata dia juga belum pulang dari tempat kerjanya.
Sesampainya di restoran kami menempati tempat yang dekat dengan jendela, salah seorang pelayan datang dan mencatat makanan yang kami pesan. Aku meminta salah seorang temanku memesankan makanan karena aku mau ke toilet.
Aku begitu kaget karena mendengar kegaduhan di tempat makan itu saat aku keluar dari toilet, kulihat seorang pengunjung marah-marah pada pelayan yang tidak sengaja menempahkan minumannya. Dan lebih membuatku shok ternyata pelayan itu adalah Hasan suamiku. Akupun segera mendekat ke tempat itu kulihat teman kantorku juga ikut mendekat di kerumunan itu.
Aku begitu marah saat pengunjung itu memarahi sumaiku dan menghinanya di depan banyak orang. Tanpa berpikir panjang aku membela suamiku dan melemparkan uang pada pengunjung itu yang sedari tadi mempermasalahkan baju mahalnya yang kotor. Aku mengatakan lebih baik dia membeli baju baru dengan uang itu dan tidak usah mempermalukan orang lagi. Hasan menarik tanganku saat aku mau menampar wajah pengunjung yang sombong itu. Dia membawaku keluar dari restoran itu, melewati keremunan pengunjung termasuk teman kantorku.
Sesampainya di rumah, Hasan tidak pernah mengucapkan sepata katapun, mungkin dia marah karena aku telah membuat keributan di tempat kerjanya. Tapi, seharusnya dia tidak marah dan berterima kasih padaku. Aku jadi serba salah menghadapinya, baru kali ini aku melihat dia marah. dan jujur saja aku lebih memilih di marahi dengan kata-kata daripada didiami seperti ini.
Akupun mendekat saat Hasan duduk di teras rumah kontrakan kami, aku membawakan Hasan secangkir teh hangat kesukaanya. Namun, dia tetap diam. aku meraih tangannya dan meminta maaf karena aku telah membuat kekacauan itu. Hasan mengalihkan pandangannya kearahku, dia hanya tersenyum. Dan mengatakan aku begitu berani membentak pengunjung itu. diapun meminta maaf karena belum bisa mencari pekerjaan yang lebih baik. Dia merasa bersalah karena tidak bisa menjadi suami yang baik. Akupun memeluknya dengan erat, bahkan di saat seperti ini dia masih menyalahkan dirinya atas keegoisanku. Aku tahu Hasan adalah seorang suami yang bertanggung jawab, namun karena keegoisanku dia melepaskan pekerjaannya di perkebunan. Sama seperti halnya diriku yang tidak betah hidup didesa, pasti dia juga tidak betah hidup di kota. Namun dia lebih sabar dariku.
Akupun mengatakan pada Hasan bahwa aku bersedia pulang kampung dan mengundurkan diri dari kantorku. Namun Hasan mengatakan dia akan berjuang lebih giat untuk bertahan di kota, dan melarangku mengundurkan diri. aku sungguh beruntung mempunyai suami yang begitu pengertian seperti dirinya.
Tidak butuh lama Hasan sudah mendapatkan pekerjaan baru di sebuah toko coklat, dia sangat bahagia karena setidaknya dia bisa mempelajari cara mengolah coklat yang salama ini dia kelolah di perkebunan di kampung halamannya. Setiap pulang kerja dia dengan semangatnya menceritakan cara pengolahan coklat menjadi kue-kue yang enak, namun yang dia sayangkan coklat-coklat itu di impor dari luar. Hasan juga selalu membawakanku kue coklat setiap dia pulang kerja.
Setelah beberapa bulan bekerja di restoran coklat itu, Hasan memutuskan untuk menundurkan diri. aku sempat kaget dengan keputusannya yang tiba-tiba itu. aku melihat dia begitu bahagia kerja di tempat itu namun dia malah berhenti. Dia tidak mengatakan alasannya saat memilih keluar dari tempat kerjanya itu.
Setelah keluar, dia terlihat sangat sibuk, bahkan lebih sibuk dari pada saat dia bekerja. Dia tidak mau mengatakan apa yang sedang dia kerjakan. Dia hanya mengatakan bahwa dia sedang berusaha membahagiakanku.
Semakin hari dia semakin sibuk, dia juga sering pulang balik dari kampungnya ke kota. Dan tentu aku tidak pernah ikut saat dia pulang karena aku masih harus kerja di kantor, dia biasanya tinggal selama dua hari ketika di kampung.
Hasan baru pulang dari kampung saat kami kedatangan tamu yang berpakaian begitu rapih, dan ternyata mereka adalah tamu Hasan. Aku tidak mengerti arah pembicaraan mereka dan aku melihat Hasan menandatangani beberapa dokumen yang dibawah oleh orang itu.
Setelah tamu itu pergi aku bertanya pada Hasan maksud dari kedatangan tamu itu, dengan santai dia mengatakan bahwa orang-orang itu dari Bank. Dia melakukan pinjaman pada bank untuk membuat pabrik coklat kecil-kecilan dikampung.
Hasan akhirnya menceritakan semua rencananya, sebenarnya aku kurang setuju. Namun Hasan melakukannya begitu percaya diri, aku hanya memberikan dia support sebagai istri yang baik.
Setelah beberapa bulan usaha Hasan membuahkan hasil, dia mulai bekerja sama dengan toko coklat tempat dia bekerja dulu. bahkan beberapa restoran mewah dikota ini memesan coklat dari pabrik kecil Hasan yang tidak kalah dengan mutu coklat yang di impor. Seiring berjalannya waktu Hasan mulai membuka pabrik yang cukup besar di kota ini. Dia memperoleh coklat-coklat mentah dari petani di kampung sehingga membuat kehidupan petani dikampung semakin maju.
Aku merasa kesepian walaupun keadaan ekonomi kami membaik seiring kemajuan usaha Hasan, dia sudah jarang berada dirumah. Bahkan dia lebih banyak berada di luar kota dari pada menemaniku. Kami masih tinggal dikontrakan kecil ini karena Hasan masih sangat sibuk, dia pernah mengatakan akan membeli rumah namun sepertinya rencanya itu terhalang karena kesibukannya.
Bahkan dipenghujung tahun ini, Hasan masih sibuk dengan usahanya itu. aku merasa diduakan, bukan diduakan dengan wanita lain, melainkan diduakan dengan usahanya itu. seluruh perhatiannya tertuju pada usahanya dan tidak ada yang tersisa untukku. Saat ini saja hampir semua orang meluangkan waktu bersama keluarga menyambut pergantian tahun, namun aku hanya duduk sendiri di depan TV, aku sangat bosan. Suamiku masih sibuk dengan urusannya di luar.
Hasan tiba dirumah saat jam menunjukkan pukul 10.15 menit, dia tersenyum melihat wajah kusamku. Diapun mencium keningku dan memelukku saat aku melihatnya dengan tatapan kesal. Dia mengajakku kekamar, dan memintaku untuk segera berganti baju. Akupun meluapkan kekesalanku dan marah-marah padanya. Dia masih tersenyum bahkan tertawa saat melihatku marah-marah.
Dia memintaku segera berganti baju, diapun mengatakan akan menggantikan bajuku jika aku masih tidak bergegas. Aku tahu dia sedang menggodaku. Akupun menyuruh dia keluar dan segera berganti baju. Aku tidak tahu apalagi yang dia rencanakan sekarang.
Saat berada di depan rumah aku di kejutkan dengan sebuah mobil hitam yang tampak begitu mengkilap, Hasan tersenyum dan mengatakan itu adalah mobil baru kami. Bukan hanya itu, dia mengajakku kesebuah kompleks perumahan mewah, dan berhenti di salah satu rumah yang terlihat begitu mewah. Aku pikir Hasan mengajakku bertemu dengan salah satu koleganya, namun aku melihat Hasan mengeularkan sebuah kunci dan memberikannya padaku. Diapun berbisik di telingaku, “mulai saat ini kita akan tinggal di rumah ini sayang”. aku menatap Hasan, aku tidak bisa menahan deraian air mataku. Akupun memeluk Hasan begitu erat.
Jujur saja saat aku kuliah, aku selalu memperhatikan perumahan mewah dan selalu bermimpi mempunyai rumah mewah seperti itu. dan mimpiku itu kini terwujud.
Aku sangat bersyukur Tuhan mengirimkanku lelaki sederhana yang mencintaiku apa adanya dan selalu membahagiaanku tanpa henti. Dia berjuang demi membahagiakanku, selalu sabar menghadapi tingkahku. Dan menghujaniku kasih sayang yang begitu mendalam.
Dan akhirnya aku bisa merasakan indahnya pernikahan tanpa harus berpacaran terlebih dahulu, dan merasakan indahnya kebersamaan dengan suamiku. Merasakan perhatiannya tanpa henti, pelukan, ciuman serta semua hal-hal yang sering aku impikan saat aku melihat orang lain pacaran. Akhirnya aku merasakan nikmatnya kebersamaan dipenghujung tahun ini bersama dengan orang yang kusayangi. Walaupun tahun ini begitu sulit bagi kami tapi pada akhirnya kami merasakan nikmatnya perjuang dan kesabaran itu di penghujung tahun.
Quote : kita tidak pernah tahu bagaimana masa depan kita, mungkin saat ini kita merasa begitu tersiksa dengan keadaan kita. Namun dengan usaha, kerja keras, doa dan sabar akan menuntun kita menuju kesuksesan yang bahkan tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.




Tuesday, 14 October 2014

WISUDAku



WISUDAku (cacatan kecil untuk Ayah)

Hatiku sungguh bahagia perjuanganku selama tiga tahun akhirnya membuahkan hasil, tetes keringat, air mata dan kerja kerasku seolah terbalas dengan hasil yang aku dapatkan. Aku sungguh bahagia hingga rasanya aku ingin memberitahukan pada seluruh dunia bahwa aku menjadi sarjana.
Kebahagiaan itu tidak dapat kupendam sendiri hingga kuingin curahkan padamu ayah. Engkau sosok dibalik kesuksesanku saat ini. Aku tahu kau telah banting tulang demi aku, kau telah berjuang demi mewujudkan cita-citaku. Engkau tidak pernah mengeluh saat aku meminta ini dan itu.
Engkaulah nafasku, yang menjaga didalam hidupku
Kau ajarkan aku menjadi yang terbaik
Kau tak pernah lelah, sebagai penopang dalam hidupku
Kau berikan aku semua yang terindah.
            Kebahagiaan itu akhirnya kucurahkan padamu, namun engkau sepertinya tidak sebahagia dengan diriku. Dengan suara beratmu kau katakana bahwa engkau tidak bisa hadir dalam acara wisudahku karena sakit.
            Perasaan kecewa menyelimuti hatiku, aku merasa engkau tidak menghargai jerih payahku selama tiga tahun. Rasa bangga itu sirnah seketika tergantikan oleh rasa sakit dan kecewa. Aku menjadi tidak semangat menyambut hari itu, hari yang sudah kunantikan dalam hidupku.
            Wajahku tampak begitu murung, rona bahagia itu telah pudar. seorang temanpun bertanya padaku, kenapa kamu tampak tidak bahagia menyambut hari kelulusan. Aku hanya menunduk dan mengatakan bahwa aku tidak tahu siapa yang akan kuberikan undangan wisudahku, ayahku sakit dan dia tidak bisa hadir.
            Teman itupun menepuk pundakku dan mengatakan. Tenang, aku akan meminta kedua orang tuaku untuk menjadi pendampingmu juga. aku hanya tersenyum kecut, bahkan hanya membayangkan itu sudah membuatku sakit. Apakah aku tidak pantas membuat Ayahku bangga? Apakah Ayah tidak bahagia melihatku sekarang?. Pertanyaan itu selalu terbayang dalam benakku.
***
Hari wisuda itupun datang, semua orang terlihat bersuka cita. Rona kebahagian terpancar diwajah teman-temanku. Kebanggaan yang begitu besar tergambar jelas diwajah orang tua mereka.
Dan aku iri melihat itu. Aku juga ingin menunjukkannya padamu Ayah, bahwa aku bisa. Aku bisa seperti mereka. Tapi, aku bahkan tidak bisa membayangkan bagaimana raut wajahmu sekarang. Apakah engkau akan memancarkan kebahagiaan seperti itu jika kau berada disini?.
Kulihat sekeliling ruangan, yang begitu sesak. Ku masih mencari sosokmu walaupun kutahu itu hanyalah harapan palsu. Kulihat seseorang yang melambaikan tangan padaku penuh semangat dengan senyuman yang terpancar diwajahnya, dan aku menyadari itu adalah kakak dan pamanku yang meluangkan waktunya untuk menghadiri acara yang sangat penting bagiku ini. Dan itu menjadi pelipur lara bagiku.
Aku sedikit bersyukur, Setidaknya foto wisudaku yang akan terpajang di dinding rumahku didampingi oleh kakak dan pamanku. Dan bukan kedua orang tua temanku. Tetapi kebahagian itu akan terasa lengkap jika yang berada di situ adalah ibuku yang sudah tiada dan Ayahku yang saat ini sakit.
***
Hari itu telah berlalu, hari dimana aku merasa bahagia sekaligus sedih, hari yang kutunggu namun tidak kuinginkan. Hari yang seharusnya menjadi kebanggaan untukku dan Ayahku atas tetesan keringat dan perjuangan kami berdua. Yah, perjuanganku karena telah menumpuh pendidikan yang tidak mudah dan perjuangan Ayahku yang telah banting tulang untuk membiayai pendidikanku. Dan hari itu seharusnya menjadi hari kemenangan kita berdua.
Rasa sakit dan kecewaku berangsur pulih, ku mulai membuka pikiranku dan tidak lagi ingin melanyahkan Ayahku. Aku seharusnya menyadari bahwa dia pasti bangga dengan diriku, walaupun dia tidak hadir. Mungkin dia lebih bahagia dari diriku namun tidak dia tampakkan.
Aku terlalu bodoh, terlalu egois. Tidak pernah memikirkan Ayahku yang sudah rentah. Aku hanya sibuk dengan kekecewaanku namun tidak pernah menyadari betapa menderitanya dia dengan penyakitnya. Bahkan aku tidak pernah menyakan kesehatannya hanya karena aku merasa kecewa. Aku sungguh menyesal, menyesal dengan sikap egoisku. Maafkan aku Ayah, maafkan anakmu yang tidak berguna ini… Aku mencintaimu ayah dan aku akan selalu berusaha membanggakanmu.
Aku hanya memanggilmu Ayah
Disaat ku kehilangan arah
Aku hanya mengingatmu Ayah
Jika aku  telah jauh darimu
Song by
SEVENTEEN : Ayah

Monday, 22 September 2014

MEMBUAT MUCILAGINES



LABORATORIUM FARMASETIK
JURUSAN FARMASI
POLITEKNIK KESEHATAN MAKASSAR

PRAKTIKUM 9
"MEMBUAT MUCILAGINES”
DISUSUN OLEH :

NAMA   : CANRADEWI
NIM       : PO.71.3.251.11.1.058
KELAS    : REGULER. B2
                                                                           
POLTEKKES KEMENKES MAKASSAR JURUSAN FARMASI
2011/2012

 
BAB I
PENDAHULUAN
I.1.       Latar Belakang
Mucilage/mucilagines
Cairan ini berhasiat sebagai pelindung yang  melapisi selaput lendir  lambung dan usus dari serangan kuman dan toksin atau terjadinya  luka. Pektin juga berhasiat sebagai anti kolesterol, sebab bila berinteraksi dengan vitamin C dapat menurunkan kolesterol darah. Pektin juga  dapat menyerap kelebihan air dalam usus dan memperlunak feces serta mengikat dan menghilangkan racun dengan tambahan Pectin merupakan senyawa polisakarida yang bisa larut dalam air dan membentuk cairan kental (jelly) yang disebut mucilage/ mucilagines. Cairan ini dapat berfungsi sebagai pelindung yang melapisi dinding lambung dan usus, sehingga akan terlindungi bila terdapat luka, toksin kuman atau asam lambung yang berlebih. Karena termasuk serat larut air, kelebihan pectin adalah tidak ikut terbuang bersama feces (kotoran) dan akan tetap berada dalam system pencernaan.
Serat pectin ini memiliki beberapa fungsi antara lain :
v  Merangsang gerak peristaltic usus sehingga pencernaan terhadap makanan menjadi lebih baik.
v  Membentuk volume makanan sehingga memberikan rasa kenyang.
v  Melunakkan dan memadatkan feses sehingga memudahkan defikasi (buang air besar) dan mencegah konstipasi (sembelit).
v  Mencegah penyerapan lemak dan kolesterol, karena serat merangsang sekresi (pengeluaran) getah empedu yang membuat lemak menjadi emulsi dan terbuang bersama feses (kotoran).
v  Memperlambat penyerapan glukosa sehingga membantu mencegah kenaikan gukosa (gula darah) pada penderita diabetes mellitus.
v  Membentuk lapiasan gel di dinding lambung sehingga efektif mengatasi penyakit maag.
v  Mencegah terjadinya kanker usus terutama kanker colon (usus besar).
v  Pektin juga dikenal sebagai antikolesterol, bila berinteraksi dengan vitamin C dapat menurunkan kolesterol darah. Selain itu, pectin juga dapat menyerap kelebihan air dalam usus dan memperlunak feses serta mengikat dan menghilangkan racun dalam isi usus.
I.2.       Tujuan Percobaan
Untuk  mengetahui  lebih  jelas  dan  mendalam  tentang  sediaan  farmasi  dalam  bentuk mucilagines, khususnya  cara  pembuatannya.



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
II.1.     Dasar Teori
                        Apabila suatu bahan yang mengandung lender tercampur dengan air, terdapat suatu cairan kental berlendir disebabkan larutan dari bahan-bahan lender tersebut berkembang.
                        Muchilagines  adalah larutan kental dari zat yang disari dari tumbuh-tumbuhan dengan air dingin atau air panas. Muchilagines tidak boleh untuk persediaan.
Dalam farmakope belenda terdapat:
1.      Muchilago amyli, dibuat dengan mencampur dua bagian amilum tritichi dengan 98 bagian air, diaduk terus menerus sambil didihkan sampai diperoleh massa homogeny dan air yang hilang diganti sampai beratnya 100 bagian. (sebaiknya amium yang digunakan terlebih dahulu dengan air 10 kali berat amilum). Apabila pada muchilago amyli ditambahkan tannin atau bahaan yang  mengandung tannin maka air yang dugunakan untuk muchilago amily hanya ¾ saja dan sisa air digunakan untuk melarutkan tannin tersebut.
2.      Muchilago gumi arabici (40%), dibuat dengan melarutkan gumi acasia 40 bagain dalam air 60 bagian.
3.      Muchilago tragacanthae (2%), dibuat dengan mencampur 2 bagian serbuk tragachantha dengan 40 again air sampai menjadi adonan yang rata, lalu tambahkan 58 bagian air sedikit demi sedikit hingga diperoleh campuran yang rata.
4.      Glycerinum cum tragacanthae, dibuat dengan mencampur 10 bagian sebuk tragacantha dengan 90 bagain glycenum dan didiamkan 10 bagian tersebut selama 24 jam.
Hal-hal yang tidak dapat dicampurkan didalam muchilago :
1.      Dengan zat yang beraksi azam kuat muchilago akan membentu massa seperti selai, maka harus diencerkan terlebih dahulu.
2.      Dengan etano atau larutan beralkohol akan mengendapkan gom, maka perlu diencerkan terlebih dahulu.
3.      Muchilago tragachanta tidak dapat dicampur dengan zat-zat yang beraksi dengan alkalis atau azam dan dengan etano.
II.2.     Uraian Bahan
a.      Resep IX.1
1.      Nama resmi                :    AMYLUM MANIHOT
Nama lain                   :    Pati Singkong
                                     Pemerian                     :    serbuk halus, kadang-kadang bergumpalan kecil, putih tidak berbau, tidak berasa.
                                     Kelarutan                    :    praktis tidak larut dalam air dingin dan dalam etanol 95% p.
                                     Penyimpanan              :    dalam wadah tertutup baik, ditempat sejuk dan kering.
                                     Khasiat                       :    zat tambahan.
2.      Nama resmi                :    BISMUTHI SUBGALLAS
Nama lain                   :    bismuth subgalat
                                        Dermatol
Pemerian                    :    serbuk, kuning, tidak berbau.
Kelarutan                   :    praktis tidak larut dalam air; dalam etanol mutlak p dan dalam eter p; mudah larut dalam asam mineral panas yang disertai penguraian dan dalam larutan alkali hidroksida membentuk larutan kuning jernih yang berubah dengan cepat jadi merah gelap.
Penyimpanan              :    dalam wadah tertutup rapat, terlindung dari cahaya.
Khasiat                       :    antiseptikum ekstern.


b.      Resep IX.2
Nama resmi                     :    CHLORAMPHENIKOL GUTTAE
Tiap 100 ml mengandung:
Kloramphenikol              1 g
Propilenglikol ad             10 ml
1.    Nama resmi                :    CHLORAMPHENICOLUM
     Nama lain                   :    klorafenikol
Pemerian                     :    hablur halus, berbentuk jarum atau lempeng memanjang; putih sampai putih kelabu atau putih kekuningan; tidak berbau; rasa sangat pahit, dalam larutan asam lemah mantap.
Kelarutan                    :    larut dalam lebih kurang 400 bagian air.
Penyimpanan              :    dalam wadah tertutup baik, terlindung dari cahaya.
Khasiat                       :    antibiotikum.


2.    Nama resmi                :    PROPYLENGLYCOLUM
Nama lain                   :    propilenglikol
Pemerian                     :    cairan kental, jernih, tidak berwarna, berbau, rasa agak manis, higroskopik.
Kelarutan                    :    dapat campur dengan etanol 95% p, dan dengan kloroform p, larut dalam 5 bagian eter p.
Penyimpanan              :    dalam wadah tertutup baik.
Khasiat                       :    zat tambahan, pelarut.
c.       Resep IX.3
1.    Nama resmi                :    ACIDUM SALICYLICUM
Nama lain                   :    asam salisilat
Pemerian                     :    hablur ringan, tak berwarna atau serbuk warna putih, hamper tidak berbau, rasa agak manis dan tajam.
Kelarutan                    :    larut dalam 550 bagian air, dan dalam 4 bagian etanol (95%) p, mudah larut dalam kloroform p, dalam eter p, dalam larutan ammonium asetat p, dalam dinatrium hydrogen fosfat p, kalium sitrat p, dan natrium sitrat p.
Penyimpanan              :    dalam wadah tertutup baik.
Khasiat                       :    keratolitikum.
2.    Nama resmi                :    LIQUIDS CARBONAS DETERGEN
Nama lain                   :    hamper hitam, cairan berbentuk kental, bau seperti mataler yang khas dan rasa tajam membakar.
3.    Dasar salep III
Ø Nama resmi            :    METHYLIS PARABENUS
Nama lain               :    Metil paraben
Pemerian                :    serbuk hablur halus, putih, tidak berbau, tidak mempunyai rasa, kemudian agak membakar dikuti rasa tebal.
Kelarutan               :    larut dalam 500 bagian air, 20 bagian air mendidih, 3,5 bagian etanol (95%)p, dan dalam 3 bagian aseton p, mudah larut dalam eter p, dan dalam larutan alkali hidroksida, larut dalam 60 bagian gliserol p panas dan dalam 40 bagian minyak lemak nabati panas.
Penyimpanan         :    dalam wadah tertutup baik.
Khasiat                   :    zat tambahan, zat pengawet.
Ø Nama resmi            :    PROPYLIS PARABENUM
Nama lain               :    propel paraben
                                    Nipasol
Pemerian                :    serbuk hablur putih, tidak berbau, tidak berasa.
Kelarutan               :    sangat sukar larut dalam air, larut dalam 3,5 bagian bagian etanol (95%)p, dalam 3 bagian aseton p, dalam 140 bagian gliserol p, dan dalam 40 bagian minyak lemak, mudah larut dalam larutan alkali hidroksida.
Penyimpanan         :    dalam wadah tertutup baik.
Khasiat                   :    zat pengawet.
Ø Nama resmi            :    STEARYL ALCOHOLUM
Nama lain               :    stearil alcohol
Pemerian                :    butiran atau potongan, licin, putih, bau khas lemah, rasa tawar.
Kelarutan               :    sukar larut dalam air, larut dalam etanol (95%) dan dalam eter p.
Penyimpanan         :    dalam wadah tertutup baik.
Khasiat                   :    zat tambahan


Ø Nama resmi            :    AQUA DESTILLATA
Nama lain               :    air suling
Pemerian                :    cairan jernih, tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa.
Penyimpanan         :    dalam wadah tertutup baik.
Ø Nama Resmi          :    VASELINUM ALBUM
Nama lain               :    vaselin putih
Pemerian                :    massa lunak, lengket, putih, bening.
Kelarutan               :    praktis tidak larut dalam air dan dalam etanol (95%) p.
Penyimpanan         :    dalam wadah tertutup baik.
Khasiat                   :    zat tambahan.
Ø Nama resmi            :    NATRII TETRABORAS
Nama lain               :    natrium tetra boras.
Pemerian                :    hablur transparan, tidak berwarna atau serbuk hablur putih, tidak berbau, rasa asin dan basa.
Kelarutan               :    larut dalam 20 bagian air, dalam 0,6 bagian air mendidih dan dalam 1 bagian gliserol p.
Penyimpanan         :    dalam wadah tertutup baik.
Khasiat                   :    antiseptikum externum.


Ø Nama resmi            :    PROPYLENGLICOLUM
Kelarutan               :    dapat campur dengan air, larut dalam 6 bagian eter.
Khasiat                   :    zat tambahan, pelarut.
d.      Resep IX.4
1.      Nama resmi                :    MENTHOLUM
Nama lain                   :    mentol
Pemerian                    :    hablur berbentuk jarum/prisma; tidak berwarna, bau tajam seperti minyak permen, rasa panas dan aromatic diikuti rasa dingin.
Khasiat                       :    korigen, anti iritan.
Penyimpanan              :    dalam wadah tertutup baik, ditempat sejuk.
2.      Nama resmi                :    METHYLIS SALICYLAS
Nama lain                   :    metil salisilat
Pemerian                    :    tidak berwarna atau kuning pucat, bau khas aromatik, rasa manis, panas, dan aromatic.
Kelarutan                   :    sukar larut dalam air, larut dalam etanol 95% dan dalam asam asetat glacial p.
Khasiat                       :    anti iritan, zat tambahan.
3.      Nama resmi                :    VASELIN FLAVUM
Nama lain                   :    vaselin kuning
Pemerian                    :    massa lunak, lengket, bening, kuning muda sampai kuning, zat ini tetap setelah zat dileburkan sampai dingin tanpa aduk.

Kelarutan                   :    memenuhi syarat yang tertera dalam vaselin album.
4.      Nama resmi                :    CHAMPHORA
Nama lain                   :    kamper
Pemerian                    :    hablur putih atau massa hablur, tidak berwarna atau putih, bau khas, tajam, rasa pedas dan aromatic.
Kelarutan                   :    larut dalam 700 bagian air, dalam 1 bagian etanol (95%)p, dalam 0,25 bagian kloroform p, sangat mudah larut dalam eter p, mudah larut dalam minyak lemak.
Penyimpanan              :    dalam wadah tertutup rapat, ditempat sejuk.
Khasiat                       :    anti iritan.



BAB III
METODE KERJA
III.1.    Alat dan Bahan yang digunakan
III.1.1.   Alat yang digunakan
a.    Cawan porselin
b.    Gelas kimia
c.    Lumping
d.   Stamper
e.    Botol obat
f.     Timbangan
g.    Penangas air
III.1.2.   Bahan yang digunakan
a.       Amylum manihot
b.      Dermatol
c.       Kloramfenikol
d.      Propilenglikol
e.       Asam salisil
f.       LCD
g.      Nipagin
h.      Propel paraben
i.        steary alcohol
j.        air suling
k.      vaselin putih
l.        natrii lauri sulfas
m.    menthol
n.      champora
o.      metil salisilat
p.      essensial oil
III.2.    Cara Kerja
a.      resep IX. 1

R/    Amylum manihot   2
        Dermatol               1,5
       
         m.d.s. clysma 100 ml
        s.2.dd.15 ml intra anus

Nama : eyang
Umur  :
Alamat :
 


                                                                         







1.      pengertian singkatan
R/       recipe                ambillah
m        misce                 campur
d.s      da signa             beri aturan pakai
s         signa                  tandai
2         bis                     dua
dd      de die                sehari
2.      perhitungan bahan
amylum manihot                      = 2 g
dermatol                                  = 1,5 g
aquadest          ad                    = 100 ml
3.      cara kerja
Ø  ditimbang amylum manihot, dimasukkan dalam cawan porselin, ditambahkan aquadest 10x berat amylum (20 ml), dicawan.
Ø  Dipanaskan air 90 ml dibeker gelas hingga mendidih, setelah mendidih dimasukkan campuran amylum manihot, diaduk, hingga terbentuk massa seperti lem.
Ø  Ditimbang dermatol, dimasukkan dalam lumpang, digerus ad halus ditambahkan campuran amylum sedikit demi sedikit, digerus ad homogeny.
Ø  Dimasukkan dalam botol, dicukupkan volume ad 100 ml dengan aquadest.
Ø  Diberi etiket.

b.      Resep IX. 2

R/    Chloramphenicol  guttae

         Auric s.f. da 15 ml
             s.t dd gtt II
       


Nama : Ade
Umur  :
Alamat        :
 






1.       


1.      Pengertian singkatan
R/         recipe                           ambillah
s           signa                            tandai
t.dd      ter de die                     3 x sehari
gtt        guttae                          tetes
2.      Perhitungan bahan
Kloramphenikol           =           x 1 g = 1,5 g
Propilenglikol              =           x 10 = 15 ml


3.      Cara kerja
Ø  Ditimbang kloramphenikol, dimasukkan ke botol, larutkan dengan propilenglikol secukupnya, kocok hingga larut.
Ø  Dicukupkan volumenya ad 15 ml
Ø  Diberi etiket.

c.      

R/  Asam salisil       2 %
         L.C.D        1 %
        Dasar salep III ad 20 g
 



Nama : Persediaan
Umur  :
Alamat        :
Resep IX. 3
  







1.      Pengertian singkatan
R/         recipe                           ambillah
ad        ad                                hingga
m         misce                           campur           
f           fac                               buat
            s           signa                            tandai
u.e        usum externum            pemakaian luar

2.      Perhitungan bahan
1.      Asam salisil                                   =  x 20 = 0,4 g
2.      LCD                                              =  x 20 = 0,2 g
3.      Dasar Salep III ad 20                    = 20 – (0,4 + 0,2)
= 19,4
-       Metil parabe                            =  x 0,25 g = 0,00485 g
-       Propel paraben                         =  x 0,15 g = 0,00291 g
-       Natrium laurisulfat                  =  x 10 = 0,194 g
-       Propilenglikol                          =  x 120 = 2,328 g
-       Steary alcohol                          =   x 250 = 4,85 g
-       Vaselin album                          =  x 250 = 4,85 g
-       Air ad                                      =  x 1000 = 19,4
= 19,4 – 12,2
= 7,2 g



3.      Cara kerja dasar salep III
v  Dipanaskan lumpang
v  Dibuat pengenceran nipagin dan nipasol.
v  Ditimbang stearil alcohol, ditambah vaselin album, ditambah hp nipasol, ditambah propilenglikol, dilebur diatas penangas air.
v  Dimasukkan natrii laurii sulfas ke dalam lumpang, ditambah hp nipagin, digerus ad homogen.
v  Ditimbang campuran steary alcohol, digerus ad terbentuk salep.
v  Dikeluarkan.
4.      Cara kerja resep
v  Ditimbang asam salisil, dimasukkan ke dalam lumpang, ditambahkan 2 tets tween atau adeps lanae.
v  Ditambahkan dasar salep III, digerus ad homogeny, dikeluarkan.
v  Dimasukkan dalam pot, diberi etiket biru.








d.     

R/    Loco Balsem kaki tiga 10 g
            
                s.u.e
       


Nama : Asma
Umur  :
Alamat        :
Resep IX. 4






1.      Pengertian singkatan
R/         recipe                           ambillah
s           signa                            tandai
u.e        usum externum            pemakain luar
2.      Perhitungan bahan
a.       Menthol                 =  x 10 = 1,6 gr
b.      Champora              =   x 10 = 1 g
c.       Metil salisilat         =  x 10 = 1,25 g
d.      Essensial oil           =   x 10 = 1,2 g
e.       Base ad                  = 10 g = 10 – (1,6 + 1 + 1, 25 + 1,2)
= 10 – 5,05
= 4, 95
3.      Cara kerja
v  Ditimbang menthol 1,6 g, dimasukkan dalam wadah balsem.
v  Ditimbang champhora 1 g, dimasukkan dalam wadah balsem.
v  Ditimbang metil salislat 1,25 g, dimasukkan dalam wadah balsem.
v  Ditimbang essensial oil, dimasukkan dalam wadah balsem.
v  Ditimbang vaselin kuning, dimasukkan dalam wadah balsem.
v  Ditutup wadah balsem yang terisi bahan, kemudian dileburkan diatas penangas air sampai larut.
v  Dinginkan dan diberi etiket biru.



BAB IV
PEMBAHASAN
Suspensi adalah sediaan yang mengandung bahan obat padat dalam bentuk halus dan tidak larut, terdispersi dalam cairan pembawa. Zat yang terdispersi harus halus, tidak boleh cepat mengendap, dan bila dikocok perlahan– lahan, endapan harus terdispersi kembali. Dapat di tambahkan zat tambahan untuk menjamin stabilitas suspensi tetapi kekentalan suspensi harus menjamin sediaan mudah di kocok dan di tuang . (M. Anief, 149)
Dalam pembuatan suspensi harus diperhatikan beberapa faktor anatara lain sifat partikel terdispersi ( derajat pembasahan partikel ), Zat pembasah, Medium pendispersi serta komponen – komponen formulasi seperti pewarna, pengaroma, pemberi rasa dan pengawet yang digunakan.
Pada praktikum ini dilakukan percobaan pembuatan suspensi. Sediaan diformulasikan dalam bentuk suspensi dikarenakan zat aktif (asam mefenamat) mempunyai kelarutan yang kecil atau tidak larut dalam air, tetapi diperlukan dalam bentuk sediaan cair karena mudah diberikan kepada pasien yang mengalami kesulitan untuk menelan, diberikan pada anak-anak, untuk menutupi rasa pahit atau aroma yang tidak enak pada bahan obat.
Suspensi yang diamati yaitu menggunakan Suspending agent PGA, Veegum dan CMC. Dengan tiap suspending agent dilakukan formulasi yang berbeda-beda fungsi utamanya untuk mengetahui formulasi mana yang memberikan kestabilan sediaan yang tujuan akhirnya menberikan usulan formulasi yang pantas untuk dibuat sediaan.
Sediaan suspensi yang menggunakan PGA sebagai pensuspensi memiliki hasil yang lebih stabil dari veegum sebagai pensuspensi, karena tidak terbentuknya endapan dari suspensi. PGA dapat larut atau mengembang atau mengikat air sehingga campuran tersebut membentuk mucilago atau lendir. Dengan terbentuknya mucilago atau lendir maka viskositas dari cairan akan meningkat dan akan menambah kestabilan dari sediaan.
Dengan meningkatnya viskositas dari sediaan maka gerakan partikel ke bawah akan semakin lambat / akan memperlambat proses pengendapan pada sediaan (Moh Anief, 2000).
Pada data juga menunjukan bahwa pada PGA terjadi pemisahan hanya pada konsentrasi 2,5 % pada hari ke 2 dan hari ketiga. Sedangkan pada PGA dengan konsentrasi 5% dan 10% tidak terjadi pemisahan hal ini juga terjadi pada penambahan gliserin tidak terjadi pemisahan sehingga dapat diambil kesimpulan sementara PGA konsentrasi 5% hingga 10% stabil pada zat aktif asam mefenamat. Kekurangan pada PGA hanya viskositas yang tidak terlalu tinggi bila dibandingkan dengan CMCNa karena PGA tanpa pengental sehingga viskositasnya kurang..
Pada suspensi yang menggunakan CMCNa tidak terjadi pemisahan karena CMCNa selain sebagai sispending agent juga sebagai pengental karena memiliki sifat yang mengentalkan sehingga viskositas sediaan tinggi dan sediaan akan lebih stabil. Kekurangannnya hanya pada proses pembentukan corpus emulsi yang penggerusan yang kuat dan lama.




BAB VI
PENUTUP
VI.1.    Kesimpulan
Mucilagines adalah larutan kental dari zat yang disari dari tumbuh-tumbuhan dengan air dingin atau air panas. Dan Mucilagenis tidak boleh untuk persediaan. Dengan zat yang bereaksi asam kuat Mucilago akan membentuk masa seperti selai. Maka harus diencerkan dulu.

VI.2.    Saran
Sebelum melakukan praktikum sebaiknya praktikan dapat menguasai materi dan prosedur kerja, serta mengetahui tujuan dari praktikum yang akan dilakukan sehingga praktikum ini dapat berjalan dengan lancar dan meminimalis kesalahan yang mungkin terjadi dalam peroses pelaksanaan praktikum.

DAFTAR PUSTAKA

v  www.google.com
v  http://suyatnotijan99.wordpress.com/2012/01/25/larutan/
v  Buku Formularium Nasional
v  Dirjen POM. 1979. Farmakope Indonesia Edisi Ketiga. Jakarta. Depkes RI.
v  Tim Farmasetika I, 2012. Penuntun Praktikum Farmasetika 1, Makassar : Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Makassar