Monday, 13 November 2017

MALAIKAT JAS HUJAN #2



MALAIKAT JAS HUJAN #2
http://katakata.me/wp-content/uploads/2015/08/gambar-kartun-romantis-islami-terbaru.jpg

        Pikirkanku masih terjebak dengan sosoknya, senyum perpisahan itu tak pernah bisa kuhapuskan dari ingatanku. Aku tahu ini keputusanku untuk tidak mengikat janji, namun hatiku masih terpikat olehnya.
          Malaikat jas hujanku, sampai kapankah kuharus menunggu. Kamu tahu melupakanmu adalah hal yang sulit bagiku. Sosokmu selalu hadir dipikiranku mengacaukan semua akal sehatku.
          Sudah dua tahun ku menunggu. Menunggu dalam ketidak pastian namun tetap percaya akan janji yang kau ucap. Aku tidak tahu apakah kamu masih mengingatku atau sudah melupakanku.
          Aku sudah lelah, lelah dengan perasaan rindu yang semakin lama semakin sulit untuk ku bendung. Mungkin aku tidak pantas dengan rindu ini, karena kamu bukanlah milikku. Namun rindu ini selalu kucurahkan disetiap doaku, meminta pada sang Maha Kuasa agar kamu bisa menjadi imamku.
          Hei malaikat jas hujanku, dimanapun kamu berada saat ini, aku rindu.
***
          Tiba-tiba aku dipanggil di ruang keluarga, muka kedua orang tuaku begitu serius. Ibuku menatapku dengan wajah sedih, dan ayahku tampak cemas. Akupun bingung apa yang terjadi pada mereka.
          “Syifa sayang, kamu  anak ibu yang paling mandiri. Kamu sudah punya pekerjaan yang bagus. Kamu juga sudah menjadi Apoteker. Mungkin saatnya kamu membangun rumah tangga”. Ayah menatapku tajam.
          Aku bingung, harus menjawab apa. Ibu mendekat sambil memelukku dan mengelus rambutku dengan sayang. Diapun tersenyum, namun kulihat air mata membasahi pipinya. Aku membalas pelukan itu. Terasa hangat dan nyaman.
          “nak, sebenarnya ibu masih tidak rela jika harus melepaskanmu, namun ibu yakin dia  lelaki yang baik. Dengan menunjukkan niatnya itu dengan tulus. Bahkan dia bisa meluluhkan hati Ayahmu”. Entah mengapa air mataku tiba-tiba mengalir. Bagaimana dengan Malaikat Jas Hujanku?. Apakah aku harus melupakannya dan bersama lelaki itu. Bahkan akupun tidak tahu nama lelaki itu.
          “Syifa, kami sudah menerimah lamarannya dan minggu depan keluarganya akan datang kesini untuk melamarmu secara resmi”. Bahkan kedua orang tuaku sudah menyetujui lamaran ini.
          “aku bahkan tidak tahu dia siapa, lalu kenapa aku harus menikah dengannya?”. Aku sudah tidak bisa membendung rasa kesalku.
          “dia adalah lelaki yang baik sayang”. Ucap ibuku mencoba untuk menenangkanku.
          “tapi aku belum mengenalnya. Sudahlah aku capek”. Akupun meninggalkan ruangan itu. Kenapa aku malah terjebak dalam perjodohan ini.
***
          Hei Malaikat jas hujan apa kabarmu disana, aku benar-benar bingung mengapa kedua orang tuaku menjodohkan aku. Kamu tahu aku masih menunggumu, aku berharap kamu yang datang melamarku. Bukan lelaki asing itu. Aku hanya bisa berdoa semoga semua ini hanya mimpi.
          Keesokan harinya aku sudah terbangun, masih dengan peraaan sedih. Tiba-tiba ibuku datang dan mengetuk pintu kamarku. Ibu menerobos masuk karena pintu itu tidak terkunci. Dia menatapku dengan senyum manisnya, membelai rambutku sambil berkata. “kamu tambah cantik calon pengntin”. Apakah semua ini benar-benar nyata? Jika ini nyata semoga orang yang melamarku tersebut adalah kau malaikat jas Hujanku.
          Aku pamit keluar namun aku harus diceramahi satu jam lebih sebelumnya akhirnya aku diperbolehkan keluar. Katanya sih hari ini terakhir aku bisa keluar karena besok harus mengurus segela pernak-pernik pernikahan. Sepertinya aku benar-benar belum siap dengan semua ini.
          Akhirnya kakiku melangkah ke toko buku favoritku, disinilah tempat pelampiasan dikala dirundung masalah.
          “sepertinya kamu masih suka nongkrong di toko buku yah?”. Aku menoleh kebelakang, sepertinya suara itu tidak asing.
“Malaikat jas Hujan…”. Ucapku spontan. Lelaki itu memasang senyum termanisnya padaku
          “kenapa sih kamu selalu memanggilku malaikat jas hujan? Memang aku seperti malaikat yah?”. Irham berusaha mencairkan suasana yang sedikit canggung.
          “ehm…”. Aku bingung harus berkata apa, perasaan bahagia memenuhi hatiku, namun aku juga sedih memikirkan perjodohannya yang tinggal menghitung hari.
          “kita cari tempat yang enak yuk, banyak yang ingin aku ceritakan ke kamu”. Ajak Irham, kamipun keluar dari toko buku itu dan berjalan ke cafĂ© depan toko buku.
          “gimana kabar kamu? Kok kurusan sih”. Irham membuka percakapan, dia menatapku. Aku sedikit canggung dibuatnya dan aku merasa bersalah.
          “Alhamdulillah baik, kamu apa kabar?”. Aku masih saja canggung. Irham masih tersenyum manis, seolah berusaha menarik perhatianku dengan senyumannya itu.
          “Alhamdulllah baik dan kabar baiknya aku sudah lulus. Maaf yah sudah membuatmu menunggu lama. Gimana kuliah kamu? Kamu masih kuliah atau sudah kerja?”. Irham masih bertanya seperti wartawan infotaiment.
          “sudah kerja. Alhamdulillah kemarin sudah lulus Apoteker dan sekarang kerja di Rumah Sakit”. Aku mencoba menjawab dengan suara lembut.
          “wah keren. Cepat juga kamu dapat kerja”. Irham menyeruput kopinya, sambil menetapku. Aku tidak bisa melihat tatapan itu, perasaan bersalahku semakin besar dibuatnya.
          Tiba-tiba handphoneku berbunyi, ternyata itu panggilan telepon dari ibuku. Aku segera pamit pada Irham. Wajah Irham tampak kecewa.
          “Syifa… kita bisa ketemu lagi besok?”. Irham menatapku penuh harap.
          “Maaf tapi aku tidak bisa”. Ucapku dengan tegas.
          “kalau besoknya lagi gimana?”. Irham masih saja berharap. Aku menatapnya tajam.
          “mungkin aku tidak akan pernah menemuimu lagi”. Aku segera beranjak pergi. Irham berusaha mengejarku.
          “ini nomor Hpku, jika kamu berubah pikiran kamu bisa menelponku kapan saja. Aku akan menunggumu hingga kamu mau menemuiku lagi. Aku merindukanmu Syifa”. Irham menatapku, Aku memalingkan wajah dan segera beranjak pergi dari tempat itu.
***
          Tangisku pecah, hatiku hancur seketika. Malaikat jas hujanku telah kembali, namun aku menghianati janjinya untuk menunggu. Aku tidak bisa menyembunyikan rasa sedihku pada kedua orang tuaku. Mereka menatapku dengan heran, aku segera ke kamar tanpa mempedulikan mereka.
          “sayang kamu kenapa? ibu boleh masuk”. Terdengar suara khawatir ibuku di depan pintu. Aku akhirnya membuka pintu itu, ibuku memelukku dengan erat.
          “ibu… malaikat jas hujanku telah kembali”. Tangisku semakin keras.
          “tenang sayang, ceritakan siapa malaikat jas hujan itu?”. Aku berusaha meredam tangisku. Akupun menceritakan semuanya pada ibuku.
          “maaf sayang. Ibu tidak bisa membantumu, sebaiknya kamu berdoa sama Allah. Jika dia jodohmu pasti kalian akan disatukan dalam ikatan halal. Manusia bisa berencana tapi takdir Allah adalah penentu. Pernikahan kamu tidak mungkin dibatalkan secara sepihak karena keluarga lelaki itu akan datang besok untuk melamarmu secara resmi. Tapi ibu percaya lelaki yang akan meminangmu ini adalah lelaki yang baik nak. Ibu sudah bertemu dengan dia dan ibu yakin dia calon suami yang baik. Sebaiknya kamu istirahat jangan nagis lagi”. Aku menatap ibunya dengan sedih. Ibu menghapus air mataku yang masih saja terus mengalir.
          “sebaiknya kamu istirahat, besok keluarga besar calon suamimu akan datang. Nanti mereka kaget lihat calon pengatin matanya bengkak karena nangis”. Ibu beranjak pergi.  
          Aku merasa sangat bersalah dengan Irham, tidak seharusnya aku seperti ini. Aku tidak bisa menepati janjiku untuk menunggunya. Tapi tidak seharusnya aku mengabaikannya lagi. Lelaki itu akan kecewa bahkan marah jika mengetahui pernikahanku, tapi tidak seharusnya aku sembunyikan semua ini.
          Malaikat jas hujan maafkan aku, aku tidak bisa menepati janji untuk menunggu.
          Aku melihat nomor handphone yang diberikan Irham tadi. Aku ingin sekali menelponnya. Banyak yang ingin aku tanyakan padanya. Dan aku juga rindu sama kamu Irham.
          sudah sebulan berlalu berlalu namun aku juga belum menghubungi Irham, tinggal dua lagi pernikahanku akan digelar, namun bukanya bahagia, hatiku terasa pilu. Aku tidak bisa membayangkan hari-hariku setelah pernikahan ini.
          keluarga besarku telah berdatangan. Mereka semua terlihat bahagia menanti hari bahagiaku, namun aku hanya bisa tersenyum dibalik rasa sakit yang harus kututupi.
          Baiklah hari ini aku harus menemui Irham, aku akan menjelaskan semuanya. Aku mengambil nomor handphone itu dan segera menelpon Irham. Kami akhirnya janjian bertemu di kafe dekat took buku kemarin.
          Aku berusaha keluar dari rumah. Sudah beberapa hari ini aku dipingit, katanya sih calon pengantin tidak boleh keluar-keluar rawan kecelakan. Aku harus mencari cara agar bisa menemui Irham.
          Akhirnya aku meminta sepupuku untuk menemaniku dan aku bersyukur dia mau menemaniku.
          Tidak butuh waktu lama aku sudah sampai di kafe tempat aku janjian dengan Irham. Aku meminta sepupuku menjemputku setengah jam kemudian. Untung saja dia tidak banyak tanya dan mau menuruti permintaanku.
          Ternyata Irham sudah berada didalam kafe. Dia duduk dengan tenang sambil menyeruput kopinya. Dia tersenyum kearahku saat melihatku berjalan kearahnya.
          “sudah lama menunggu”. Tanyaku sebelum duduk.
          “nggak juga, silahkan duduk”. Diapun menarik kursi untukku. Wajahnya tampak bahagia.
          “Irham, sebelumnya aku mau minta maaf sama kamu. Aku akan menceritakan semua secara singkat karena waktuku tidak banyak”. Irham hanya terdiam menatapku.
          “apa kamu sudah bosan bertemu denganku? Apa kamu marah, hingga menghindar seperti ini?”. irham malah balik bertanya.
          “bukan seperti itu, tapi aku… aku akan menikah”. Akupun meletakkan undangan pernikahnku didepannya. Dia hanya diam terpaku.
          “maafkan aku tidak bisa menunggumu, aku harap kamu bisa datang ke pernikahanku. Aku harap kamu bisa menemukan wanita lebih baik dari aku”. Irham masih saja terdiam. Tatapannya tertuju pada undangan tersebut.
          Setelah diam cukup lama, akhirnya dia membuka suara. “Baiklah aku akan datang. Semoga kamu bahagia”. Irham bediri, diapun beranjak pergi tanpa memandangku.
          Maafkan aku Irham, mungkin ini yang terbaik untuk kita. aku masih mencintaimu. Sampai saat ini aku masih berharap kamu yang menjadi kekasih halalku. Air mataku kembali mengalir, hatiku terasa sesak.
***
          Hari ini telah tiba, kamarku telah dihiasi dengan bunga dan tampak cantik seperti kamar pengantin pada umumnya. aku harus duduk berjam-jam untuk dirias. Sesekali aku diminta untuk tersenyum oleh tanteku. Gimana mau senyum jika hati ini sudah tercabik-cabik. Apakah Irham akan datang? Aku harap dia tidak datang. Aku tidak bisa melihatnya.
          Suara di luar kamarku terdengar riuh. “calon suami kamu baru saja  datang, dia sangat ganteng loh” bisik tanteku sambil tersenyum. Bahkan hingga detik ini aku belum melihat fotonya. Bahkan berinteraksi dengannya juga tidak pernah. Sempat beberapa kali aku ingin diperlihatkan fotonya tapi aku menolaknya dengan berbagai alasan. Sampai detik ini aku masih berharap dia adalah malaikat jas hujanku, aku tidak rela melihat lelaki lain yang harus bersanding denganku. Tapi mungkn inilah takdir yang terbaik untuk kami.
          Aku menunggu didalam kamar, saat pengucapan ijab Kabul. Terdengar suara lelaki itu dengan tegas melafalkan ijab Kabul dengan lancar. Semuanyapun berteriak sah. Air matakupun menetes, bukan karena bahagia namun semakin sedih. Harapanku semakin jauh untuk bersama malaikat jas hujanku.
          Aku mendengar suara rombong memasuki kamarku, dan inilah pertama kalinya aku akan melihat suamiku. Yah dia sudah resmi jadi suamiku sekarang. Lelaki asing yang akan kuhabiskan sisa hidupku bersamanya.
          Jantung berdetak kencang, pintu kamar dibuka. Aku menundukkan pandanganku. Kudengar beberapa tamu mengatakan pengantinnya masih malu. Lelaki itu mendekat dan duduk didepanku.
          Dia memegang tanganku. Akupun melihat wajahnya. Senyum manis lelaki itu menyambutku. Air mataku mengalir penuh haruh. Lelaki itu memelukku dengan erat, diapun mencium keningku. Kehangatan terasa dihatiku air mataku masih saja terus mengalir.
          “sudah dong nangisnya, banyak tamu yang liat”. Bisiknya, aku tersenyum menatapnya. Namun aku menjadi kesal, kenapa dari dulu dia tidak mengatakan kalau dia yang melamarku.
          “kamu jahat”. Aku mencubit perutnya. Diapun tertawa sambil menghapus air mataku.
          “nanti aja peluk-pelukannya yah, masih ada prosesi adat yang harus dilakukan. Sekarang tukaran cincin dulu”. Kata salah seorang tanteku. Semuanyapun tertawa. Aku dan Irham hanya tersipu malu. Kini sedih itu seketika sirna tergantikan rasa bahagia.
          Terima kasih Ya Allah, akhirnya dia yang selalu kesebut dalam doaku adalah jodohku. Mungkin kami sempat terpisah tanpa kepastian. Berusaha untuk menahan perasaan dan akhirnya hari ini kami dipersatukan dalam ikatan halal. Malaikat jas hujanku… terima kasih telalu menepati janjimu, engaku datang di saat yang tepat. Walaupun kejutanmu ini membuatku sedih beberapa hari ini tapi kamu sudah sukses membuatku bahagia karena mencintaimu.

http://3.bp.blogspot.com

***TAMAT***

Wednesday, 27 September 2017

Setelah Nusantara Sehat??? #CPNS




Setelah Nusantara Sehat???
#CPNS



Hey Guys apa kareba??? Baji-baji jie toh…
            Akhir-akhir ini sedikit galau menghadapi purna tugas yang sebentar lagi, yups galau campur bahagia dan sedih juga… kurang lebih tinggal 1 bulan, 4 minggu, 31 hari, 744 jam, 44640 menit dan 2.678.400 detik. semoga hitungannya nggak salah, kalau salah yah mohon dimaafkan. Maklum bukan ahli matematika, tapi ahli mencintai apa adanya… eehmm
            Nah diujung masa tugas ini banyak yang bertanya, setelah Nusantara Sehat mau kemana? Bukan Cuma pertanyaan dari orang disekitar tapi perntayaan pada diri sendiri. Jujur ini memang membuat GEGANA, gelisah galau merana. Entah mau kemana semoga tidak tersesat di alamat palsu… eeaaa… kok jadi judul lagu dangdut yah…
Sebelum kita bahas lebih lanjut, mungkin ada baiknya buat teh O (teh hangat) ataupun teh tarik, bisa juga buat kopi buat kalian pecinta kopi. Silahkan baca tulisan ini sambil bersantai ditemani minuman favorit kalian jangan lupa sediakan cemilan. Semoga kalian sudi membaca tulisan ini sampai selesai yah.
Lanjut… diantara kegaulauan itu, terbitlah secerca harapan karena tahun ini ada pembukaan CPNS. Jadi buat kalian yang sering bertanya apakah setelah Nusantara Sehat akan diangkat jadi CPNS??? Maka kali ini saya jawab dengan tegas YA… tapi jika lulus seleksi. Apa seleksinya??? Silahkan buka situs https://sscn.bkn.go.id. Ini terbuka untuk umum kok, bukan hanya untuk Nusantara Sehat. Dengan kata lain yah harus mendaftar dan ikut tes lagi. Jangan berharap akan secara otomatis lolos.
Nah mengenai daftar CPNS (Calon Pegawai negeri Sipil) ini, banyak juga yang langsung pesimis. Katanya sih pasti banyak banget yang daftar dan kecil kemungkinan untuk lolos seleksi. Jadinya mereka tidak mau daftar. Jadi logikanya gini, ibarat kata kemungkinan kita lolos 0,001% jika mendaftar. Kemungkinannya memang kecil banget seberat debu yang menempel dikacamata (Cuma perumpaan yah, nggak usah debu di kacamata kalian ditimbang beneran). Tapi jika tidak mendaftar sama sekali so pasti 100% tidak lolos. Gimana mau lolos daftar saja kagak. Jadi intinya coba aja dulu guys, jangan selalu berpikiran negative. Jangan takut untuk mencoba, karena yakin dan pasti semua yang kita lakukan dengan kerja keras dan doa pasti akan membuahkan hasil. Toh jika tidak lolos, ini bisa menjadi pengalaman buat kita. ingat rejeki itu sudah ditentukan tinggal kita aja yang harus banyak berusaha.
Sebenarnya setelah Nusantara Sehat (team) kita juga bisa daftar lagi Nusantara Sehat Individu (info dari NS 1). Tapi dengan catatan tetap harus ikut seleksi lagi. Yah kok diseleksi lagi, kenapa tidak otomatis masuk sih, ahk nggak asik. Eitsss jangan baper dulu, kita memang harus diseleksi. Kenapa??? yah karena itu syarat dari kemenkes. Dan mungkin juga kita diseleksi untuk mengukur apakah kita masih layak untuk bergabung di Nusantara Sehat. Kenapa masih dipertanyakan kelayakannya padahal sudah terbukti dengan pengabdian 2 tahun, apalagi coba yang musti di buktikan?. Ehm… mungkin semangat kita kali yah (yang jelas Nusantara Sehat memang selalu diseleksi secara ketat karena peminatnya juga semakin banyak. Dan tentunya yang layak bergabung di Nusantara Sehat adalah anak muda jaman now yang keren dan kece).
Yang jelas coba aja dulu jangan langsung pesimis guys. Toh berdasarkan informasi alumni NS 1 yang ikut seleksi NS individu, mereka lulus semua kok. Itu cukup membuktikan bahwa alumni NS itu memang selalu keren dan Kece.
Oh iya setelah Nusantara Sehat ada juga alumni Nusantara Sehat 1 yang melanjutkan kuliah. Ini mungkin bisa menjadi pilihan juga. masalah apakah ada bantuan beasiswa atau tidak, ini masih belum jelas infonya. Tapi jika ingin menuntut ilmu yah mesti banyak berkorban sih, apalagi di jaman now biaya pendidikan semakin tinggi. Makanya selama masih di Nusantara Sehat, jangan lupa untuk menabung untuk masa depan.
Nah buat kalian yang ingin berwirausaha juga bisa, intinya jangan lupa menyisihkan gaji untuk menabung. Yups menabung untuk modal usaha. Siapa tahu setelah di Nusantara Sehat ada yang ingin buka usaha makanan khas di penematannya tapi di buat dikampung halaman. Contohnya nih, saya buka usaha nasi lemak, prata dan lakse ( makanan khas melayu) di Makassar. Ini Cuma contoh yah tapi doakan semoga bisa menjadi pengusaha betulan.
Dan terakhir, ini buat kalian para jomblo, jomblowati, dan para single. Yang sudah berkuarga nggak usah baca, tapi kalau penasaran tak apa juga sih dibaca.
Setelah Nusantara Sehat kalian *para Jomblo/single* (termasuk saya sih. Hihihi…) bisa jadi CPNS. Lah kok Cuma para jomblo sih, persyaratan CPNSkan tidak mesti jomblo/single. Yang sudah menikahkan juga bisa daftar. Kok para jomblo diistimewakan sekali sih, apa karena mereka sering di bully jadi diistimewakan begini. Akh nggak adil, Demo nih… Demo… oh iya buat apa saya ikutan demo, bukannya ini menguntungkan yah.
Tapi tenang aja  guys, CPNS ini bukan Calon Pegawai Negeri Sipil, lah turus apa dong? Calon Purna Tugas Nusantara Sehat yah… ehm bukan juga. jadi apa??? Penasaran yah… ayo pasti penasarankan jadi tunggu di tulisan berikutnya yah…
Ok makasih buat kalian yang sudah sudih baca tulisan ini, semoga bermanfaat. Jika ada salah kata ehh, bukan maksudnya salah ketik mohon dimaafkan. Tetap semangat jangan lupa untuk tetap berusaha, berjuang dan berdoa.
Baiklah kasian juga kalau tulisan ini di gantuin dan dibuat perepisode gitu, saya tahu kok rasa digantuin itu sakit, kan kita bukan jemuran jadi kenapa digantungin. Berikan kepastian aja sih, yang pasti-pasti itu lebih menyakinkan. Lah kok malah curhat
Lanjut ajah deh, sebenarnya CPNS khusus untuk para jomblo/jomblowati dan para single adalah CPNS (Cari Pasangan Nikah Secepatnya). Nah gimana rasa penasarannya sudah terobati belum. Cuma mau bilang sih, daripada capek hidup sendiri mending segera cari pasangan deh, dan segerakan untuk menikah. Bukannya bagi orang yang menikah akan selalu dicukupkan rejekinya. Makanya segera jadi CPNS (Cari Pasangan Nikah Secepatnya) supaya rejekinya juga dilancarkan. Hehehe… sebenarnya ini juga motivasi untuk diri sendiri…
*catatan kecil : tulisan ini hanya sekedar opini penulis, jika agak lebay dan tidak nyambung. Mohon dimengerti dan di maafkan. Jangan lupa kritik dan sarannya di kolom komentar…
 

Monday, 3 July 2017

5 Keuntungan yang tak Pernah Dibayangkan saat Bergabung di Nusantara Sehat



5 Keuntungan yang tak Pernah Dibayangkan saat Bergabung di Nusantara Sehat

          Program Kementerian Kesehatan yang cukup ngehits akhir-akhir ini salah satunya yaitu program Nusantara sehat, program penempatan berbasis tim di daerah tertinggal, perbatasan dan kepulauan (DTPK). Perekrutan pertama kalinya dilakukan di tahun 2015 dan rencananya akan masih terus dilakukan perekrutan hingga tahun 2019.
          Nusantara Sehat terdiri dari berbagai tenaga kesehatan yaitu Dokter, Dokter Gigi, Bidan, Perawat, Farmasi, Analisis laboratorium, Tenaga Kesehatan Masyarakat, Tenaga Gizi, dan Tenaga Kesehatan Lingkungan yang telah diseleksi secara ketat dan telah melewati serangkaian pembekalan. Dan akan menjalankan tugas selama 2 tahun.
          Bagi yang suka petualangan dan tantangan, inilah pekerjaan yang sangat cocok buat kalian. Perjalanan yang jauh dipelosok negeri dan terkadang sangat ekstrim. Bahkan untuk mencapai penempatan kadang harus melewati jalur darat, udara dan laut ataupun sungai. Benar-benar harus mempersiapkan mental dan fisik nih guys.
          Belum lagi saat sampai dipenempatan harus menghadapi keadaan yang jauh dari kata enak… dengan kata lain, harus dihadapkan keadaan dimana tidak ada listrik, air bersih dan juga tidak ada jaringan telepon selular. Dan satu lagi kita harus beradaptasi dengan budaya setempat dan mulai berbaur dengan masyarakat sekitar. Walaupun tidak semua penempatan mengalami hal yang sama tapi setiap penempatan mempunyai tantangan masing-masing.
          Tapi tenang guys… bagi yang berniat bergabung di Nusantara Sehat, kenyataannya tidak sesusah itu kok, asalkan kamu jalani dengan ikhlas dan menikmati setiap prosesnya. Bukankah proses tidak akan mengkhianati hasil. Jadi asalkan kamu bekerja keras pasti hasilnya juga memuaskan, iyakannn… iyakannn… iyakannn… jangan lupa jempolnya dan komen di bawah yang tidak komen semoga jomblo selamanya *eehh inikan bukan status Facebook yang meminta like… hehehe sorry guys..
          Ok fine, dari pada panjang kali lebar sama dengan rumus persegi panjang, mending kita ke pembahasan inti, yaap… nggak usah terlalu bertele-tele bahas sana bahas sini macam ngerti ajah apa yang di tulis, nanti dikira plagiat lagi. Nah itukan mulai lagi bahas sesuatu yang nggak penting…
          A..A..Aaaa… Apa yah yang akan dibahas, tunggu dulu judulnya kan tentang “5 Keuntungan yang tak Pernah Dibayangkan saat Bergabung di Nusantara Sehat”. Tapi kok awal pragraf malah bahas tentang penderitaan yah…
          *Hehehe… huruf h dan e itu tandanya lagi ketawa walaupun yang menulis memasang muka datar yang membaca juga sama.
Kenapa awal pragraf tentang penderitaan sedangkan judulnya keuntungan alasannya karena Nusantara Sehat itu bukan penderitaan, tapi kebahagiaan dengan berjuta rasa yang tidak semuanya manis tapi juga pahit, seperti menyeruput kopi yang akan terasa nikmat walaupun ada rasa pahitnya. Jika kalian tidak mengerti maka tanyalah penikmat kopi… nah kok kagak nyambung yah jawabanya…*tepok jidat
Ok mari kita bahas, apa aja sih keuntungan bergabung di Nusantara Sehat??? 5 ajah yah jangan semuanya karena jika ingin di bahas semuanya maka tulisan ini akan menjadi buku yang berjilid-jilid…

1.   Belajar Mandiri
Bukan rahasia umum lagi, merantau pasti membuat kita mandiri apalagi jika merantau karena bertugas di Nusantara Sehat. Mungkin jika kita merantau saat kuliah kita masih bisa menikmati falisitas ditempat rantauan tapi coba bayangkan jika kita harus merantau di daerah pelosok negeri. Tidak ada listrik, tidak ada air bersih mandipun jadi susah dan tidak ada signal Handphone jadi tidak bisa update di social media. *Bukankah kata  band Vierra aku tak bisa hidup tanpa telpon, aku tak bisa hidup tanpa twitter. Nah jika sudah bergabung di Nusntara Sehat mungkin sudah mati ditempat.
Tapi tenang aja guys, kondisi seperti ini akan membuat kamu lebih mandiri dan tidak bergantung pada fasilitas yang ada. Bahkan kamu akan menjadi pribadi yang kuat, apalagi jika harus berjalan berkilo-kilo meter untuk mendapatkan air bersih. Bahkan dengan kondisi ini, kamu bisa berfikir kreatif dan membuat suatu solusi yang bermanfaat untuk masyarakat sekitar,
Nah salah satu contohnya yaitu tim Nusantara Sehat penempatan Puskesmas Alas, NTT. Mereka membuat sumur dengan bekerjasama dengan TNI, pegawai puskesmas dan masyarakat sekitar bahkan mereka juga bekerja sama dengan seorang aktris yang membantu biaya pembuatan sumur yang mereka buat. Yang lebih menakjubkan, aktris tersebut bahkan datang kepenempatan mereka dan bermalam di mess tempat mereka tinggal. Penasaran siapa aktrisnya dia adalah Melanie Subono dan aktris ini sudah lama melakukan kegiatan sosial. Gara-gara Nusantara Sehat mereka bukan hanya bisa foto dengan aktris tapi juga bisa menginap satu rumah.  
Ini nih foto salah satu personil tim Nusantara Sehat yang lagi berfoto dengan Melanie Subono didepan sumur yang telah mereka buat… Gimana kerenkan guys…jangan iri yah…

Photo by : IG Indah Pertiwi. S


2.   Menemukan Keluarga Baru
Menemukan keluarga baru bukan berarti keluarga yang lama ditinggalkan dan dilupakan yah guys. Sebelum bergabung di Nusantar Sehat mungkin ada sedikit kekhawatiran tentang hidup kita di penempatakan, tanpa keluarga yang selalu ada disamping baik susah maupun duka. Tapi setelah kalian bergabung di Nusantara Sehat, kalian akan menemukan keluarga yaitu tim kalian bahkan masyarakat dipenempatan juga kadang sudah seperti keluarga sendiri yang akan membantu saat kesulitan. Ingat… saat kita berlaku baik pada orang maka orang lain juga akan berlaku baik pada kita dan jika dibalas dengan kejahatanpun Allah yang akan membalas yang lebih baik. So tidak usah takut akan hidup sendiri, kalian akan menemukan keluarga-keluarga baru yang akan selalu ada saat kalian kesulitan.
Ini foto salah satu personil tim Nusantara Sehat yang merayakan ulang tahun ke-23 tahun dipenempatan, menikmati kebersamaan bersama tim dan keluarga baru di penempatan.
Photo by : IG Dentika
3.   Jalan-Jalan Ketempat Keren di Luar Negeri Maupun di Dalam Negeri
Ehm… mungkin inilah yang paling ditunggu bagi yang suka traveling. Bukan rahasia umum lagi bahwa Nusantara Sehat yang di tempatkan di pelosok negeri pasti foto-foto di social media mereka keren-keren. Kalau tidak percaya coba deh stalking Intagram mereka. Dan mereka bukan hanya mengeksplor keindahan Indonesia tapi mereka juga bisa jalan-jalan sampai keluar negeri. Lah kok bisa? Bukannya penampatan Nusantara Sehat itu di pelosok yah…
Ya bisalah apa sih yang tidak bisa jika kita berusaha. Penempatan Nusantara sehat itu di DTPK (daerah tertinggal, perbatasan dan kepulauan).
Tertinggal bukan berarti tidak keren bahkan nuansa alam yang alami kadang selalu memanjakan mata yang pastinya tidak akan di dapatkan di kota-kota besar.
Perbatasan...banyak tim nusantara sehat ditempatkan diujung perbatasan indonesia ada diperbatasan Timur Leste, perbatasan Malaysia, pertasan Singapura dan diperbatasan lainnya. Nah bagi tim yang mendapatkan penempatan di perbatasan pasti tidak akan melewatkan untuk menikmati keindahan negeri tetangga. Yah walaupun masih jauh lebih indah Indonesia tapi tidak ada salahnyakan jalan-jalan keluar negeri.
Ini foto personil Nusantara Sehat yang berlibur di Lombok dan di Negara Singapura. Pemandangan yang memanjakan mata…
 
Photo by : IG Budi Setiawhan

Photo by : IG Anggeilia Wananca Putri

4.   Balajar Budaya Indonesia yang Sangat Beragam
Kalau soal belajar budaya, mungkin kita sudah mendapatkan saat berada di bangku sekolah. Tapi di Nusantara Sehat kita akan merasakan secara nyata keberagaman budaya di Indonesia. Bahkan saat belum berada dipenampatan kita sudah harus beradaptasi dengan teman setim yang terkadang berbeda budaya, ras dan agama. Ada yang dari Sulawesi, NTT, Bengkulu, Lampung dan lainnya. Nah semuanya dilatar belakangi dengan perbedaan yang harus kita hadapi dengan teman setim. Dan disinilah kita bisa mempelajari tentang Bhineka Tunggal Ika secara real, berbeda-beda tetapi tetap satu.
Belum lagi saat berada di penempatan dan menghadapi budaya yang jauh berbeda dengan budaya asal kita, sebagai pendatang tentu harus pandai-pandai beradaptasi. Yang terpenting harus berbaur dengan masyarakat, kitakan kerja untuk masyarakat.
Foto ini diambil saat personil Nusantara Sehat sedang mengikuti pawai MTQ di kabupaten Karimun kepulauan Riau. Mereka menggunakan baju adat melayu yang juga disebut  baju kurung Melayu. Mirip-mirip baju di film upin-ipinkan… hehehe… namanya juga masih satu rumpun…
Photo by : IG Astria Jarnita
5.   Bertemu Jodoh
wah ternyata Nusantara Sehat juga bisa jadi biro jodoh buat kita. Jadi buat kalian yang masih jomblo mungkin jodoh kalian ada di pelosok negeri ataupun jodoh kalian adalah pejuang DPTK dengan kata lain calon Nusantara Sehat. Jodoh memang di tangan Allah tapi jalan bertemu jodoh ada pada usaha kita, nah mungkin dengan ikut Nusantara Sehat kita bisa ketemu jodoh. Lah kok bisa??? Bukannya salah satu persyaratan Nusantara Sehat itu belum menikah yah, terus gimana bisa ketemu jodoh.
Ya bisalah asalkan Allah berkehendak. Pasti bisa, nggak percaya??? Baiklah sedikit bocoran, banyak loh sesama anggota nusantara Sehat cinlok (cinta lokasi)… walaupun beda tim dan beda penempatan bahkan harus dipisahkan oleh jarak dan waktu tapi dipetemukan di pelaminan. Jadi ceritanya gini, mereka yang cinlok biasanya mulai dekat di pembekalan dan akan resmi jadian saat sudah dipenempatan. Jadi anggota Nusantara Sehat itu pejuang LDR yang tangguh, yah walaupun ada beberapa yang harus putus sebelum kepelaminan sih. Tapi faktanya sudah banyak anggota Nusantara Sehat yang menikah. Padahal penempatan mereka beda loh. Inilah yang sering disebut NS Couple.
Dan ada juga anggota Nusantara Sehat yang jatuh cinta dengan masyarakat setempat, bahkan sudah ada juga yang menikah. Jadi nggak usah khawatir jodoh jauh saat di Nusnatara Sehat, walaupun salah satu persyatannya tidak boleh menikah tapi itu berlaku hanya 6 bulan pasca penempatan jadi buat kalian yang juga sudah ada pasangan tapi takut tidak bisa menikah karena bertugas, tenang ajah Cuma 6 bulan kok, setelah itu silahkan meminang kekasih hati yang jauh disana tapi ingat harus tahan LDRan yah karena setelah menikah tetap harus kembali kepenampatan, ingat masa tugas 2 tahun.
Ini adalah foto resepsi pernikahan personil Nusantara Sehat, mereka beda penempatan loh, dipisahkan oleh jarak dan waktu namun dipersatukan dalam pelaminan. Semoga langgeng…
Photo by : Anggun Permata

Nah…. Bagi yang sudah bergabung di Nusanatara Sehat dan masih jomblo… YANG SABAR INI UJIAN… HAHAHA…. Mungkin jodohnya ternyata tetangga sebelah rumah bukan di pelosok negeri…
Ok guys sekian dulu yah pembahasan tentang 5 Keuntungan yang tak Pernah Dibayangkan saat Bergabung di Nusantara Sehat. Sebagian dari kalian yang baca tulisan ini mungkin sudah membayangkan hal yang sama tapi saat kalian mengalami pasti sensinya akan berbeda, jadi tunggu apalagi ayo gabung di Nusantara Sehat…
oh yah selamat buat teman-teman Nusantara Sehat batch 1 tahun 2015 atas selesainya masa tugas 2 tahun. Kalian luar biasa, mantap jiwa dan selalu menginspirasi.

*Catatan Kecil : tulisan ini dibuat bukan untuk membanggakan diri apalagi pamer tapi hanya opini penulis, jika ada pihak yang kurang setuju dengan tulisan diatas, mohon dimaafkan yah…
*Catatan Penulis : maaf juga jika ada yang bertanya di Fb/Ig tapi belum sempat direspon, nah jika ada yang masih mau tanya silahkan chat aja di Fb/Ig @Canradewi atau komen di blog ini. Tapi pertanyaan jangan susah-susah yah kan saya bukan pakar. Tapi akan dijawab semampu dan sebisa mungkin. Semoga Tulisan Ini Bisa Bermanfaat…